Israel Usir Greta Thunberg dan 160 Aktivis Bantuan Gaza Lainnya ke Yunani

Selasa, 07 Oktober 2025 - 10:39 WIB
Para aktivis membentangkan bendera Palestina yang sangat besar di aula kedatangan dan meneriakkan: "Kebebasan untuk Palestina" dan "Hidup armada kapal!"

Anggota Parlemen Dipukuli Polisi Israel



Salah satu dari mereka yang mendarat di Yunani, Rima Hassan, seorang anggota Parlemen Eropa keturunan Prancis-Palestina, melaporkan telah dipukul oleh polisi Israel setelah armada tersebut dicegat.

"Saya dipukuli oleh dua petugas polisi ketika mereka memasukkan saya ke dalam van," katanya kepada AFP.

Hassan mengatakan bahwa dia dan tahanan aktivis lainnya ditahan dalam kelompok hingga 15 orang per sel di atas kasur di penjara Israel dengan keamanan tinggi.

Yasmin Acar, seorang anggota komite pengarah armada, mengatakan para tahanan diperlakukan seperti binatang dan teroris.

"Kami diserang secara fisik, kami dilarang tidur," kata Acar. "Kami tidak punya air bersih. 48 jam pertama, tidak ada makanan, tidak ada air sama sekali."

Israel telah membantah tuduhan penganiayaan tersebut dan menyatakannya tidak benar.

Kementerian Luar Negeri Yunani mengatakan "penerbangan repatriasi khusus" yang mendarat di Athena membawa 27 warga Yunani dan 134 warga negara lainnya dari 15 negara Eropa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!