Tentara Israel Diperintahkan Stop Serang Kota Gaza usai Hamas Setuju Bebaskan Seluruh Sandera
Minggu, 05 Oktober 2025 - 05:14 WIB
Baik Israel maupun Hamas telah menyatakan kesiapan mereka untuk pertukaran tahanan, tetapi rezim Zionis belum secara resmi menanggapi seruan Trump agar Israel menghentikan serangannya di Gaza.
Pada hari Sabtu, Army Radio mengeklaim bahwa pemerintah AS telah menginstruksikan Israel untuk mengurangi operasinya di Gaza hingga "minimal", dengan pasukan di lapangan hanya melakukan manuver defensif.
Dalam sebuah pernyataan di X pada hari Sabtu, IDF mengatakan bahwa wilayah utara Wadi Gaza, yang mencakup Kota Gaza yang kini telah hancur, "masih dianggap sebagai zona pertempuran berbahaya" dan telah meminta penduduk di sana untuk pindah ke selatan.
Mereka menambahkan, "Pasukan Israel terus mengepung Kota Gaza, dan upaya untuk kembali ke sana menimbulkan risiko yang signifikan."
Menurut laporan Al Jazeera, Minggu (5/10/2025), serangan udara Israel di Gaza berlanjut pada hari Sabtu, tetapi intensitasnya jauh berkurang. Setidaknya 20 orang telah tewas akibat serangan Israel di wilayah kantong tersebut sejak Sabtu fajar.
Pada hari Sabtu, Army Radio mengeklaim bahwa pemerintah AS telah menginstruksikan Israel untuk mengurangi operasinya di Gaza hingga "minimal", dengan pasukan di lapangan hanya melakukan manuver defensif.
Dalam sebuah pernyataan di X pada hari Sabtu, IDF mengatakan bahwa wilayah utara Wadi Gaza, yang mencakup Kota Gaza yang kini telah hancur, "masih dianggap sebagai zona pertempuran berbahaya" dan telah meminta penduduk di sana untuk pindah ke selatan.
Mereka menambahkan, "Pasukan Israel terus mengepung Kota Gaza, dan upaya untuk kembali ke sana menimbulkan risiko yang signifikan."
Menurut laporan Al Jazeera, Minggu (5/10/2025), serangan udara Israel di Gaza berlanjut pada hari Sabtu, tetapi intensitasnya jauh berkurang. Setidaknya 20 orang telah tewas akibat serangan Israel di wilayah kantong tersebut sejak Sabtu fajar.
Lihat Juga :