Tak Akui Negara Palestina, Apakah Jepang Takut pada Israel?

Senin, 29 September 2025 - 15:14 WIB
Meskipun tidak selalu diumumkan eksplisit sebagai “takut”, kepentingan ekonomi ini menjadi bagian dari kalkulasi.

4. Legalitas Internasional dan Standar Diplomatik

Jepang sering menekankan resolusi PBB, hukum internasional, negoisasi sebagai dasar perubahan status seperti pengakuan sebuah negara. Jepang juga menyebut bahwa pengakuan sebelum “asal-usul pemerintahan yang stabil” atau “kejelasan batas negara” dapat menimbulkan masalah, sebagaimana dipaparkan Kementerian Luar Negeri-nya.

5. Opini Publik dan Tekanan Domestik

Di Jepang juga ada suara Parlemen dan publik yang mendorong pengakuan Negara Palestina, khususnya terkait krisis kemanusiaan di Gaza. Namun pemerintah mempertimbangkan opini internasional, kemampuan diplomatik, dan potensi dampak terhadap kepentingan nasionalnya.

Jadi narasi “takut pada Israel” mungkin sebagian benar dalam arti diplomatik, di mana Jepang mengkalkulasi bahwa langkah pengakuan bisa memicu gesekan keras dengan Israel dan sekutu lainnya, terutama AS.

Tapi itu bukan satu-satunya faktor; banyak pertimbangan legal, diplomatik, keamanan, ekonomi juga ikut bermain.

Bila pertanyaannya “apakah Jepang takut pada Israel sehingga tidak mengakui Negara Palestina?”, maka jawaban yang paling mendekati kebenaran adalah: Iya, tapi bukan ketakutan dalam pengertian emosional atau psikologis semata—melainkan ketakutan diplomatik dan strategis, yakni kekhawatiran akan reaksi diplomatik, keamanan, ekonomi dari Israel dan sekutu kuatnya; Amerika Serikat.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!