PBB Berlakukan Kembali Embargo Senjata terhadap Iran, Ini Pemicunya
Minggu, 28 September 2025 - 13:41 WIB
Iran mengatakan pada hari Sabtu bahwa mereka akan memanggil pulang duta besarnya untuk Inggris, Prancis, dan Jerman untuk konsultasi.
Rusia telah menolak penerapan kembali sanksi PBB terhadap Iran.
“Itu melanggar hukum, dan tidak dapat dilaksanakan,” ujar Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov kepada wartawan di PBB, seraya menambahkan bahwa dia telah menulis surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres yang memperingatkan bahwa akan menjadi “kesalahan besar” jika dia mengakui penerapan kembali sanksi PBB terhadap Iran.
Situs web Dewan Keamanan PBB segera diperbarui pada Sabtu malam untuk mencerminkan penerapan kembali sanksi tersebut, sebagaimana dikutip dari Reuters, Minggu (28/9/2025).
Negara-negara Eropa telah menawarkan untuk menunda penerapan kembali sanksi hingga enam bulan guna memberikan ruang bagi perundingan mengenai kesepakatan jangka panjang jika Iran memulihkan akses bagi inspektur nuklir PBB, mengatasi kekhawatiran tentang stok uranium yang diperkaya, dan terlibat dalam perundingan dengan Amerika Serikat.
“Negara-negara kami akan terus menempuh jalur diplomatik dan negosiasi. Penerapan kembali sanksi PBB bukanlah akhir dari diplomasi,” kata para menteri luar negeri Inggris, Prancis, dan Jerman.
“Kami mendesak Iran untuk menahan diri dari segala tindakan eskalasi dan untuk kembali mematuhi kewajiban perlindungan yang mengikat secara hukum," imbuh mereka.
Rusia telah menolak penerapan kembali sanksi PBB terhadap Iran.
“Itu melanggar hukum, dan tidak dapat dilaksanakan,” ujar Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov kepada wartawan di PBB, seraya menambahkan bahwa dia telah menulis surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres yang memperingatkan bahwa akan menjadi “kesalahan besar” jika dia mengakui penerapan kembali sanksi PBB terhadap Iran.
Situs web Dewan Keamanan PBB segera diperbarui pada Sabtu malam untuk mencerminkan penerapan kembali sanksi tersebut, sebagaimana dikutip dari Reuters, Minggu (28/9/2025).
Diplomasi Masih Jadi Pilihan
Negara-negara Eropa telah menawarkan untuk menunda penerapan kembali sanksi hingga enam bulan guna memberikan ruang bagi perundingan mengenai kesepakatan jangka panjang jika Iran memulihkan akses bagi inspektur nuklir PBB, mengatasi kekhawatiran tentang stok uranium yang diperkaya, dan terlibat dalam perundingan dengan Amerika Serikat.
“Negara-negara kami akan terus menempuh jalur diplomatik dan negosiasi. Penerapan kembali sanksi PBB bukanlah akhir dari diplomasi,” kata para menteri luar negeri Inggris, Prancis, dan Jerman.
“Kami mendesak Iran untuk menahan diri dari segala tindakan eskalasi dan untuk kembali mematuhi kewajiban perlindungan yang mengikat secara hukum," imbuh mereka.
Lihat Juga :