Ironi Inggris, Dulu Ikut Membentuk Negara Israel, Kini Akui Kemerdekaan Palestina

Kamis, 25 September 2025 - 05:05 WIB
Ia juga menggarisbawahi bahwa langkah untuk mengakui negara Palestina tidak akan membuat Hamas semakin berani, yang ia gambarkan sebagai "organisasi teroris brutal yang ingin melihat Israel dihancurkan".

"Seruan untuk solusi dua negara yang sejati adalah kebalikan dari visi mereka yang penuh kebencian," kata Starmer.

2. Rakyat Palestina Berhak Menentukan Nasibnya Sendiri

Menteri Luar Negeri Yvette Cooper mengatakan, "Keputusan bersejarah hari ini, yang diambil bersama beberapa sekutu terdekat kami, untuk mengakui Negara Palestina, mencerminkan komitmen teguh kami terhadap solusi dua negara dan menegaskan hak asasi rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri."

Wakil Perdana Menteri Inggris David Lammy mengatakan bahwa mengakui negara Palestina tidak akan mewujudkannya "dalam semalam", menggarisbawahi posisi pemerintahnya bahwa pengakuan harus menjadi bagian dari proses perdamaian yang lebih luas, yang telah berada dalam kondisi mati suri selama beberapa dekade.

"Setiap langkah untuk mengakuinya adalah karena kami ingin menjaga prospek solusi dua negara tetap hidup," kata Lammy kepada Sky News.

BacaJuga: Anggap Israel Jadi Ancaman, Turki dan Mesir Gelar Latihan Perang

3. Mewujudkan Solusi 2 Negara

Namun, simbolismenya kuat. Sebagaimana yang diutarakan oleh mantan Menteri Luar Negeri Inggris, David Lammy, dalam pidatonya di PBB pada bulan Juli: "Inggris memikul beban tanggung jawab khusus untuk mendukung solusi dua negara."

Pasukan Inggris menurunkan Bendera Union untuk secara resmi mengakhiri kekuasaan Inggris di Palestina pada tahun 1948.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!