Siapa Sheikh Abdulaziz? Mufti Agung Tuna Netra Arab Saudi yang Pernah Menyebut Syiah Bukan Muslim
Rabu, 24 September 2025 - 15:12 WIB
Sheikh Abdulaziz bin Abdullah al-Sheikh yang buta sejak muda wafat pada usia 80 tahun. Foto/X/@@oman_hakimi
RIYADH - Sheikh Abdulaziz bin Abdullah al-Sheikh, mufti agung Arab Saudi yang melayani kerajaan selama seperempat abad wafat pada usia 80-an. Dia dikenal sebagai seorang ulama yang dihargai di Arab Saudi.
Selama masa jabatannya sebagai mufti agung, ia juga membuat pernyataan-pernyataan yang dianggap sektarian dan lebih relevan lagi setelah Wahhabisme Arab Saudi, sebuah bentuk Islam yang sangat keras yang selama beberapa dekade telah memisahkan jenis kelamin, membatasi musik, dan mengikuti praktik-praktik puritan lainnya.
Pernyataan lainnya berfokus pada agama Kristen. Ia bergabung dengan para pemimpin Islam lainnya dalam mengecam pidato Paus Benediktus XVI pada tahun 2006 yang mengutip seorang kaisar Bizantium yang mengatakan bahwa beberapa ajaran Nabi Muhammad "jahat dan tidak manusiawi."
Siapa Sheikh Abdulaziz? Mufti Agung Tuna Netra Arab Saudi yang Pernah Menyebut Syiah Bukan Muslim
1. Mengecam ISIS dan Al Qaeda
Meskipun dekat dengan keluarga penguasa Al Saud, yang telah mengizinkan perempuan mengemudi, membuka bioskop, dan semakin liberal secara sosial dalam beberapa tahun terakhir, Sheikh Abdulaziz mengecam ekstremis seperti yang tergabung dalam kelompok Negara Islam (ISIS) dan Al Qaeda.Selama masa jabatannya sebagai mufti agung, ia juga membuat pernyataan-pernyataan yang dianggap sektarian dan lebih relevan lagi setelah Wahhabisme Arab Saudi, sebuah bentuk Islam yang sangat keras yang selama beberapa dekade telah memisahkan jenis kelamin, membatasi musik, dan mengikuti praktik-praktik puritan lainnya.
2. Mengalami Kebutaan sejak Muda
Syekh Abdulaziz, yang mengalami kebutaan sejak muda, menjadi mufti agung pada tahun 1999, dilantik oleh Raja Saudi Fahd. Pada saat itu, kerajaan masih menerapkan segregasi dan rakyatnya diawasi ketat oleh Komite untuk Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan. Pandangan tersebut dapat dilihat dalam komentar-komentar mufti agung yang dilaporkan sebelumnya, seperti mengecam kamera ponsel pada tahun 2004 karena kemungkinan “dieksploitasi untuk memotret dan menyebarkan keburukan di masyarakat.”Pernyataan lainnya berfokus pada agama Kristen. Ia bergabung dengan para pemimpin Islam lainnya dalam mengecam pidato Paus Benediktus XVI pada tahun 2006 yang mengutip seorang kaisar Bizantium yang mengatakan bahwa beberapa ajaran Nabi Muhammad "jahat dan tidak manusiawi."
Lihat Juga :