3 Alasan Prancis Mengakui Negara Palestina

Selasa, 23 September 2025 - 15:19 WIB
Dengan lebih dari 80 persen komunitas internasional kini mengakui negara Palestina, tekanan diplomatik terhadap Israel meningkat seiring berlanjutnya perang genosida di Gaza, di mana lebih dari 65.300 warga Palestina telah terbunuh dan enklave tersebut telah berubah menjadi puing-puing.

Spanyol, Norwegia, dan Irlandia mengakui negara Palestina tahun lalu, sementara Madrid juga menjatuhkan sanksi kepada Israel atas perangnya di Gaza.

BacaJuga: Trump Akan Bahas Gaza Bersama Prabowo dan Pemimpin Negara Muslim

2. Mereformasi Otoritas Palestina

Macron, dalam pidatonya di KTT tersebut, juga menguraikan kerangka kerja untuk pembentukan "Otoritas Palestina yang diperbarui". Kerangka kerja pascaperang membayangkan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) yang akan membantu mempersiapkan Otoritas Palestina (PA) untuk mengambil alih pemerintahan di Gaza.

Presiden PA Mahmoud Abbas memuji negara-negara yang telah mengakui Palestina. Ia menyampaikan pernyataannya kepada konferensi tersebut melalui video karena visanya ditolak oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump untuk menghadiri Sidang Umum PBB minggu ini.

“Kami menyerukan kepada mereka yang belum melakukannya untuk mengikutinya,” kata Abbas, seraya menambahkan bahwa PA juga menuntut “dukungan untuk keanggotaan penuh Palestina di Perserikatan Bangsa-Bangsa”.

Israel dan AS, yang semakin terisolasi secara internasional dalam isu ini, memboikot KTT tersebut, dengan Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, menggambarkan acara tersebut sebagai “sirkus”.

Meskipun sebagian besar negara anggota PBB kini mengakui kenegaraan Palestina, negara-negara anggota PBB yang baru harus mendapatkan dukungan dari Dewan Keamanan PBB, di mana AS telah menggunakan hak vetonya untuk menghalangi Palestina menjadi negara anggota penuh PBB.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!