Ini 7 Alasan Pidato Presiden di Sidang Umum PBB Sangat Penting

Senin, 22 September 2025 - 06:05 WIB
“Sesuai jadwal yang diterima, Presiden Prabowo akan menyampaikan pidato pada urutan ketiga pada sesi Debat Umum PBB pada 23 September 2025, setelah Presiden Brasil dan Presiden Amerika Serikat,” ungkap Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.

Dari sana, daftar tersebut kemudian didasarkan pada hierarki dan umumnya berdasarkan siapa yang datang pertama, dilayani pertama. Kepala negara berbicara terlebih dahulu, diikuti oleh wakil kepala negara dan putra mahkota, kepala pemerintahan, menteri, dan kepala delegasi yang berpangkat lebih rendah.

BacaJuga: Setelah Sukses di Nepal, Gen Z Gelorakan Revolusi One Piece di Filipina

2. Advokasi dan Komunikasi Kebijakan:

Para pemimpin menggunakan pidato mereka untuk mengartikulasikan prioritas negara mereka, menjelaskan kebijakan nasional, dan menyampaikan visi mereka untuk urusan global kepada khalayak global.

Topik lain yang kemungkinan akan dibahas para pemimpin dunia antara lain

GAZA. Para pemimpin berkumpul di tengah perang antara Israel dan militan Hamas di Jalur Gaza yang mendekati dua tahun dan krisis kemanusiaan yang semakin memburuk di wilayah Palestina tersebut. Sebuah lembaga pemantau kelaparan global telah memperingatkan bahwa kelaparan telah melanda dan kemungkinan akan meluas pada akhir bulan ini.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu—yang dicari oleh Mahkamah Pidana Internasional atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza, yang dibantah Israel—dijadwalkan berpidato di hadapan Majelis Umum pada hari Jumat minggu depan. Israel melancarkan serangan darat ke Kota Gaza pada hari Selasa.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas tidak akan hadir secara langsung—AS, sekutu setia Israel, telah menyatakan tidak akan memberinya visa. Ia akan hadir melalui video.

UKRAINA. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy akan berupaya menggalang dukungan global untuk Kyiv sementara Presiden AS Donald Trump berupaya menengahi untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun setelah Rusia menginvasi negara tetangganya. Ia dijadwalkan menyampaikan pidato di hadapan majelis pada hari Rabu sementara Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov akan berpidato pada hari Sabtu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!