Siap Lawan Dominasi AS, India dan Iran Ikut Latihan Peluncuran Senjata Nuklir Bersama Rusia
Rabu, 17 September 2025 - 18:35 WIB
Pemimpin Belarusia, Alexander Lukashenko, mengatakan wajar saja jika senjata nuklir taktis Rusia juga menjadi bagian dari latihan perang lima hari yang berakhir pada hari Selasa.
“Kami mempraktikkan segalanya di sana. Mereka (Barat) juga tahu ini; kami tidak menyembunyikannya. Dari menembakkan senjata ringan konvensional hingga hulu ledak nuklir. Sekali lagi, kami harus mampu melakukan semua ini. Kalau tidak, mengapa mereka berada di wilayah Belarus?” kata Lukashenko seperti dikutip oleh kantor berita negara Belarus, BelTA.
“Tetapi kami sama sekali tidak berencana untuk mengancam siapa pun dengan ini.”
Presiden Rusia Vladimir Putin, yang melakukan kunjungan mendadak ke wilayah Nizhny Novgorod untuk mengamati latihan tersebut, mengatakan 100.000 tentara berpartisipasi dalam latihan Zapad (Barat) 2025.
Mengenakan pakaian militer, Putin mendengarkan pengarahan dari Menteri Pertahanan Rusia Andrei Belousov dan wakilnya. Presiden mengatakan latihan tersebut dimaksudkan untuk melatih elemen-elemen pertahanan "negara persatuan" Rusia dan Belarus.
Pada hari Selasa, AS mengonfirmasi bahwa para pejabat militernya mengamati latihan militer tersebut sehari sebelumnya setelah menerima undangan ke acara di Belarus.
Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, mengatakan Pentagon menerima undangan tersebut "mengingat keterlibatan bilateral yang produktif baru-baru ini antara kedua negara", dan menambahkan bahwa hal itu "merupakan praktik umum antar militer".
Menurut laporan berita Rusia, pasukan dari India, Iran, dan Bangladesh, serta dari Burkina Faso, Republik Demokratik Kongo, dan Mali juga berpartisipasi dalam latihan tersebut.
Partisipasi India dalam latihan ini terjadi di saat India sedang mencoba menyeimbangkan hubungan yang secara tradisional hangat dengan Rusia, yang telah terjalin sejak era Uni Soviet, dan hubungan yang semakin erat dengan AS.
Sepanjang Perang Dingin, India memilih untuk tetap non-blok, tetapi sebagian besar persenjataannya berasal dari Uni Soviet. Sebagian besar alutsista New Delhi saat ini dibeli dari Moskow, tetapi selama dua dekade terakhir, India telah berupaya mendiversifikasi impor persenjataannya.
“Kami mempraktikkan segalanya di sana. Mereka (Barat) juga tahu ini; kami tidak menyembunyikannya. Dari menembakkan senjata ringan konvensional hingga hulu ledak nuklir. Sekali lagi, kami harus mampu melakukan semua ini. Kalau tidak, mengapa mereka berada di wilayah Belarus?” kata Lukashenko seperti dikutip oleh kantor berita negara Belarus, BelTA.
“Tetapi kami sama sekali tidak berencana untuk mengancam siapa pun dengan ini.”
Presiden Rusia Vladimir Putin, yang melakukan kunjungan mendadak ke wilayah Nizhny Novgorod untuk mengamati latihan tersebut, mengatakan 100.000 tentara berpartisipasi dalam latihan Zapad (Barat) 2025.
Mengenakan pakaian militer, Putin mendengarkan pengarahan dari Menteri Pertahanan Rusia Andrei Belousov dan wakilnya. Presiden mengatakan latihan tersebut dimaksudkan untuk melatih elemen-elemen pertahanan "negara persatuan" Rusia dan Belarus.
Pada hari Selasa, AS mengonfirmasi bahwa para pejabat militernya mengamati latihan militer tersebut sehari sebelumnya setelah menerima undangan ke acara di Belarus.
Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, mengatakan Pentagon menerima undangan tersebut "mengingat keterlibatan bilateral yang produktif baru-baru ini antara kedua negara", dan menambahkan bahwa hal itu "merupakan praktik umum antar militer".
Menurut laporan berita Rusia, pasukan dari India, Iran, dan Bangladesh, serta dari Burkina Faso, Republik Demokratik Kongo, dan Mali juga berpartisipasi dalam latihan tersebut.
Partisipasi India dalam latihan ini terjadi di saat India sedang mencoba menyeimbangkan hubungan yang secara tradisional hangat dengan Rusia, yang telah terjalin sejak era Uni Soviet, dan hubungan yang semakin erat dengan AS.
Sepanjang Perang Dingin, India memilih untuk tetap non-blok, tetapi sebagian besar persenjataannya berasal dari Uni Soviet. Sebagian besar alutsista New Delhi saat ini dibeli dari Moskow, tetapi selama dua dekade terakhir, India telah berupaya mendiversifikasi impor persenjataannya.
Lihat Juga :