6 Negara yang Diserang Israel sebagai Upaya Mewujudkan Greater Israel

Rabu, 17 September 2025 - 14:17 WIB
Meskipun ada gencatan senjata, Israel terus melancarkan serangan hampir setiap hari di wilayah Lebanon, terutama di selatan, dan mempertahankan pendudukan di lima pos perbatasan yang melanggar ketentuan penarikan gencatan senjata.

3. Suriah

Pesawat tempur Israel menyerang beberapa lokasi di Suriah, menghantam pangkalan angkatan udara Suriah di Homs dan barak militer di dekat Latakia, menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) yang berbasis di Inggris.

Warga melaporkan ledakan dahsyat di Homs dan ambulans bergegas ke lokasi kejadian di Latakia, meskipun belum ada laporan langsung mengenai korban jiwa.

Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Suriah mengecam serangan tersebut sebagai "pelanggaran terang-terangan" terhadap kedaulatannya dan "ancaman langsung" terhadap keamanan nasional dan regionalnya. Media pemerintah menggambarkan serangan tersebut sebagai bagian dari "serangkaian eskalasi agresif" oleh

Sejak jatuhnya mantan Presiden Bashar al-Assad pada Desember 2024, Israel telah melancarkan ratusan serangan terhadap lokasi dan infrastruktur militer di seluruh Suriah. Israel juga telah memperluas kehadirannya di Dataran Tinggi Golan yang diduduki dengan merebut zona penyangga demiliterisasi, yang melanggar perjanjian penarikan pasukan tahun 1974 dengan Damaskus.

SOHR melaporkan bahwa Israel telah melakukan hampir 100 serangan tahun ini, termasuk 86 serangan udara dan 11 serangan darat, yang menghancurkan sekitar 135 lokasi dan menewaskan 61 orang.

4. Tunisia

Kapal utama Global Sumud Flotilla (GSF), Family Boat, diserang oleh pesawat nirawak yang diduga milik Israel saat berlabuh di pelabuhan Sidi Bou Said, Tunisia, yang memicu kebakaran.

Kapal sepanjang 23 meter (76 kaki) tersebut, yang berlayar di bawah bendera Portugis dan membawa komite pengarah armada, membawa enam orang di dalamnya. Menurut GSF, kobaran api merusak dek utama dan area penyimpanan tetapi dengan cepat dipadamkan oleh penumpang. Semua awak dan aktivis dilaporkan selamat.

Family Boat merupakan bagian dari koalisi lebih dari 50 kapal dengan delegasi dari setidaknya 44 negara yang berupaya menentang blokade Israel terhadap Gaza. Kapal tersebut berangkat pada 31 Agustus 2025, sebelum bergabung dengan kapal-kapal lain di pelabuhan Sidi Bou Said.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!