Imigran Penggal Pria India di AS, Pemerintah Trump Salahkan Biden

Selasa, 16 September 2025 - 13:00 WIB
DHS menggunakan contoh Martinez untuk membenarkan tindakan keras pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap imigrasi dan berkata, "Inilah tepatnya alasan kami mendeportasi imigran ilegal kriminal ke negara ketiga."

"Presiden Trump dan Menteri Kristi Noem tidak lagi mengizinkan penjahat biadab untuk tinggal tanpa batas waktu di Amerika. Jika Anda datang ke negara kami secara ilegal, Anda bisa berakhir di Eswatini, Uganda, Sudan Selatan, atau Pusat Pengendalian Terorisme (CECOT)," imbuh DHS, seperti dikutip NDTV, Selasa (16/9/2025).

Pada 10 September, Martinez, seorang karyawan di motel Downtown Suites di Samuell Boulevard di Dallas, menyerang manajer motel, Nagamallaiah, hingga tewas, memenggal kepalanya, lalu membuang kepalanya ke tempat sampah.

Martinez ditangkap dan didakwa dengan pembunuhan berencana dan saat ini ditahan di Penjara Wilayah Dallas.

Reaksi tim pemerintah Trump muncul sehari setelah Presiden Trump mengutuk pembunuhan keji tersebut dan berjanji akan menuntut terdakwa seberat-beratnya sesuai hukum AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!