Siapa Carlo Acutis? Santo Milenial Pertama yang Dijuluki Influencer Tuhan

Minggu, 07 September 2025 - 20:35 WIB
Baca Juga: Hadapi Krisis Kepemimpinan, PM Jepang Pilih Mundur

2. Suka dengan Teknologi

Carlo belum berusia enam bulan ketika orang tuanya pindah kembali ke negara asal mereka, Italia, dan ia menghabiskan sisa hidupnya di Milan.

Di sana, ia dikenal karena kecintaannya pada teknologi dan konon senang bermain gim video.

Meskipun beberapa orang yang mengenal Carlo Acutis mengatakan ia tampak tidak terlalu taat, semasa remaja ia membuat situs web – yang halaman-halamannya sekarang dibingkai di gereja di Chelsea – yang mendokumentasikan berbagai mukjizat.

Namun, ia meninggal karena leukemia pada usia 15 tahun.

3. Ibunya Memperjuangkan Agar Carlo Dikuduskan

Bertahun-tahun setelah kematiannya, ibu Carlo, Antonia Salzano, mengunjungi gereja-gereja di seluruh dunia untuk mengadvokasi agar Carlo dikuduskan.

Sebagai bagian dari proses tersebut, harus dibuktikan bahwa putranya telah melakukan "mukjizat".

"Mukjizat pertama, ia lakukan pada hari pemakaman," kata ibu Carlo.

"Seorang perempuan penderita kanker payudara mendoakan Carlo dan ia harus memulai kemoterapi dan kankernya menghilang sepenuhnya," jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!