Siapa Yossi Cohen? Mantan Kepala Mossad yang Menantang Netanyahu
Selasa, 02 September 2025 - 12:38 WIB
Cohen mengklaim bertanggung jawab atas operasi tahun 2018 di mana Mossad mencuri arsip nuklir Iran dari brankas di sebuah gudang di Teheran.
Ini adalah pertama kalinya seorang mantan kepala Mossad mencalonkan diri sebagai perdana menteri, kata Shehadeh.
Meskipun kehadiran Cohen di media dan pencapaian diplomatiknya memperkuat citra publiknya, faktor-faktor ini saja “tidak cukup” bagi Cohen untuk bersaing dengan Netanyahu, tambah Shehadeh.
“Cohen, bersama Dermer, dianggap sebagai salah satu dari dua tokoh yang dilaporkan dipandang oleh Netanyahu sebagai calon penerus,” kata Batu, dilansir TRT World.
Namun, pergeseran politik baru-baru ini, termasuk rumor keluarnya Dermer dari dunia politik, menunjukkan adanya “kekosongan politik” yang sedang diposisikan Cohen untuk diisi, tambah Batu.
Cohen menampilkan dirinya sebagai tokoh alternatif dalam ranah “keamanan dan kohesi sosial”, ujarnya.
Namun, Shehadeh justru melihat hubungan Cohen dengan Netanyahu sebagai potensi kelemahan.
“Sementara kubu sayap kanan dan sayap kanan jauh menginginkan sosok kuat yang mirip dengan Netanyahu, lawan-lawan PM tidak menginginkan seseorang yang terkait atau dekat dengannya,” ujarnya.
Cohen telah berusaha menjauhkan diri dari Netanyahu, terutama sejak rencana perombakan peradilan yang kontroversial pada tahun 2023 dan kegagalan keamanan pada 7 Oktober 2023.
“Dia berusaha membedakan dirinya dan menampilkan identitas yang independen,” kata Shehadeh.
3. Pertama Kalinya Mantan Kepala Mossad Mencalonkan Diri sebagai PM
Tidak seperti beberapa pemimpin militer Israel yang telah beralih ke dunia politik – seperti Benny Gantz, Yitzhak Rabin, atau Ariel Sharon – perpindahan Cohen dari dunia intelijen yang tertutup ke panggung politik menandai perkembangan baru di Israel.Ini adalah pertama kalinya seorang mantan kepala Mossad mencalonkan diri sebagai perdana menteri, kata Shehadeh.
Meskipun kehadiran Cohen di media dan pencapaian diplomatiknya memperkuat citra publiknya, faktor-faktor ini saja “tidak cukup” bagi Cohen untuk bersaing dengan Netanyahu, tambah Shehadeh.
4. Pemimpin Alternatif
Hubungan historis Cohen dengan Netanyahu mempersulit pencalonannya. Cohen yang pernah dianggap sebagai calon penerus di Partai Likud pimpinan Netanyahu, bersama anggota kabinet seperti Ron Dermer yang memimpin negosiasi pembebasan sandera, kini menghadapi tugas rumit untuk membangun identitas independen.“Cohen, bersama Dermer, dianggap sebagai salah satu dari dua tokoh yang dilaporkan dipandang oleh Netanyahu sebagai calon penerus,” kata Batu, dilansir TRT World.
Namun, pergeseran politik baru-baru ini, termasuk rumor keluarnya Dermer dari dunia politik, menunjukkan adanya “kekosongan politik” yang sedang diposisikan Cohen untuk diisi, tambah Batu.
Cohen menampilkan dirinya sebagai tokoh alternatif dalam ranah “keamanan dan kohesi sosial”, ujarnya.
Namun, Shehadeh justru melihat hubungan Cohen dengan Netanyahu sebagai potensi kelemahan.
“Sementara kubu sayap kanan dan sayap kanan jauh menginginkan sosok kuat yang mirip dengan Netanyahu, lawan-lawan PM tidak menginginkan seseorang yang terkait atau dekat dengannya,” ujarnya.
Cohen telah berusaha menjauhkan diri dari Netanyahu, terutama sejak rencana perombakan peradilan yang kontroversial pada tahun 2023 dan kegagalan keamanan pada 7 Oktober 2023.
“Dia berusaha membedakan dirinya dan menampilkan identitas yang independen,” kata Shehadeh.
5. Mengusung Persatuan dan Keamanan
Slogan kampanye Cohen, “persatuan dan keamanan”, memanfaatkan dua isu Israel yang paling mendesak: polarisasi nasional pascaperombakan peradilan 2023 dan kerentanan keamanan yang terungkap akibat serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.Lihat Juga :