Besok, Pembicaraan Damai Afghanistan Digelar di Qatar

Jum'at, 11 September 2020 - 15:23 WIB
Gencatan senjata permanen diharapkan menjadi agenda utama serta penyelesaian politik untuk mengakhiri konflik selama bertahun-tahun di negara tersebut.

Sebelumnya pembicaraan intra-Afghanistan dijadwalkan berlangsung pada Maret lalu tetapi berulang kali ditunda karena perjanjian pertukaran tahanan yang dibuat sebagai bagian dari kesepakatan antara Amerika Serikat (AS)-Taliban yang ditandatangani pada Februari.

Dalam perjanjian tersebut, Taliban telah setuju untuk membebaskan 1.000 tentara Afghanistan, sementara pemerintah mengatakan akan membebaskan 5.000 tahanan Taliban.

Prancis dan Australia berkeberatan atas pembebasan enam tahanan Taliban yang terlibat dalam pembunuhan warga negara mereka. (Baca juga: Prancis Minta Afghanistan Tidak Bebaskan Anggota Taliban )

Sumber-sumber Taliban dan pemerintah Afghanistan mengatakan kepada Al Jazeera bahwa kompromi dicapai dengan mengirim enam tahanan ke Qatar di mana mereka akan tetap ditahan.

"Enam saudara kami (tahanan Taliban) tiba di Qatar beberapa saat yang lalu dalam keadaan sehat," kata juru bicara Taliban Naeem Wardak dalam sebuah pernyataan. (Baca juga: Dorong Perundingan Damai, Afghanistan Bebaskan 200 Tahanan Taliban )

Sebagai bagian dari perjanjian Februari, AS akan menarik pasukannya dari Afghanistan dengan imbalan jaminan keamanan dari Taliban.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!