Turuti Maunya Trump, AS Serius Akan Ganti Departemen Pertahanan Jadi Departemen Perang
Senin, 01 September 2025 - 08:37 WIB
Gedung Putih tidak memberikan detail, tetapi menggarisbawahi komentar Trump pekan lalu yang menekankan kemampuan ofensif militer AS.
“Seperti yang dikatakan Presiden Trump, militer kita harus fokus pada serangan—bukan hanya pertahanan—itulah sebabnya dia memprioritaskan para prajurit di Pentagon, alih-alih DEI dan ideologi woke. Pantau terus!” kata juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly, menggunakan inisial DEI untuk merujuk pada program-program yang bertujuan meningkatkan keberagaman, kesetaraan, dan inklusi, seperti dikutip Reuters, Senin (1/9/2025).
Trump mengemukakan gagasan untuk mengubah nama Departemen Pertahanan menjadi Departemen Perang saat berbicara dengan para wartawan di Oval Office pada Senin pekan lalu, dengan mengatakan, "Terdengar lebih baik bagi saya."
"Dulu disebut Departemen Perang dan kedengarannya lebih kuat," kata Trump.
"Kita menginginkan pertahanan, tetapi kita juga menginginkan serangan...Sebagai Departemen Perang, kita memenangkan segalanya, kita memenangkan segalanya dan saya pikir kita harus kembali ke sana," imbuh Trump.
“Seperti yang dikatakan Presiden Trump, militer kita harus fokus pada serangan—bukan hanya pertahanan—itulah sebabnya dia memprioritaskan para prajurit di Pentagon, alih-alih DEI dan ideologi woke. Pantau terus!” kata juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly, menggunakan inisial DEI untuk merujuk pada program-program yang bertujuan meningkatkan keberagaman, kesetaraan, dan inklusi, seperti dikutip Reuters, Senin (1/9/2025).
Trump mengemukakan gagasan untuk mengubah nama Departemen Pertahanan menjadi Departemen Perang saat berbicara dengan para wartawan di Oval Office pada Senin pekan lalu, dengan mengatakan, "Terdengar lebih baik bagi saya."
"Dulu disebut Departemen Perang dan kedengarannya lebih kuat," kata Trump.
"Kita menginginkan pertahanan, tetapi kita juga menginginkan serangan...Sebagai Departemen Perang, kita memenangkan segalanya, kita memenangkan segalanya dan saya pikir kita harus kembali ke sana," imbuh Trump.
Lihat Juga :