Houthi Bersumpah Balas Dendam usai PM-nya Tewas Dibombardir Israel
Minggu, 31 Agustus 2025 - 08:23 WIB
Para pemberontak Houthi secara tradisional telah mencadangkan jabatan perdana menteri untuk orang-orang selatan dalam upaya untuk memenangkan hati dan pikiran di selatan Yaman.
Wakil Perdana Menteri Mohammed Ahmed Miftah diangkat sebagai perdana menteri sementara setelah kematian Rahawi, imbuh pengumuman Houthi secara terpisah.
Kelompok Houthi merupakan bagian dari "poros perlawanan" Iran, sebuah aliansi anti-Israel yang terdiri dari kelompok-kelompok militan di sebagian besar Timur Tengah.
Analis Yaman yang berbasis di Amerika Serikat, Mohammed Al Basha, mengatakan operasi Israel tersebut menunjukkan perubahan strategi setelah sebelumnya menargetkan infrastruktur seperti pelabuhan dan pembangkit listrik.
"Serangan tersebut menunjukkan pergeseran fokus operasional Israel dari infrastruktur transportasi dan energi ke arah pembunuhan terarah terhadap personel bernilai tinggi," ujar Basha, penulis "Basha Report", kepada AFP.
"Ini adalah eskalasi yang, terlepas dari jumlah korban terakhir, kemungkinan akan mengguncang kepemimpinan Houthi hingga ke akar-akarnya," imbuh dia.
"Operasi ini memiliki ciri-ciri serangan yang didasari sinyal intelijen, dan ada kemungkinan bahwa para pemimpin senior Houthi lainnya sedang dalam perjalanan ke lokasi tersebut," paparnya.
Wakil Perdana Menteri Mohammed Ahmed Miftah diangkat sebagai perdana menteri sementara setelah kematian Rahawi, imbuh pengumuman Houthi secara terpisah.
Kelompok Houthi merupakan bagian dari "poros perlawanan" Iran, sebuah aliansi anti-Israel yang terdiri dari kelompok-kelompok militan di sebagian besar Timur Tengah.
Analis Yaman yang berbasis di Amerika Serikat, Mohammed Al Basha, mengatakan operasi Israel tersebut menunjukkan perubahan strategi setelah sebelumnya menargetkan infrastruktur seperti pelabuhan dan pembangkit listrik.
"Serangan tersebut menunjukkan pergeseran fokus operasional Israel dari infrastruktur transportasi dan energi ke arah pembunuhan terarah terhadap personel bernilai tinggi," ujar Basha, penulis "Basha Report", kepada AFP.
"Ini adalah eskalasi yang, terlepas dari jumlah korban terakhir, kemungkinan akan mengguncang kepemimpinan Houthi hingga ke akar-akarnya," imbuh dia.
"Operasi ini memiliki ciri-ciri serangan yang didasari sinyal intelijen, dan ada kemungkinan bahwa para pemimpin senior Houthi lainnya sedang dalam perjalanan ke lokasi tersebut," paparnya.
(mas)
Lihat Juga :