Demi Wujudkan Israel Raya, Zionis Pertahankan Pasukan di Suriah

Rabu, 27 Agustus 2025 - 20:05 WIB
Serangan-serangan ini, di samping aneksasi wilayah Israel yang merayap, mencerminkan apa yang digambarkan para analis sebagai bagian dari proyek yang lebih luas: melemahkan Suriah, memecah belah dunia Arab, dan mengukuhkan dominasi Israel.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sering kali menggunakan bahasa Alkitab untuk membenarkan ekspansi tersebut, menggambarkan dirinya sedang menjalankan "misi historis dan spiritual" dan menyatakan keterikatannya yang mendalam pada visi "Tanah Perjanjian" dan Israel Raya.

Dengan menempatkan pasukan di dalam wilayah Suriah dan membentengi Gunung Hermon, Israel dianggap tidak hanya mengatasi apa yang disebutnya "masalah keamanan" tetapi juga memajukan proyek kolonialnya yang telah lama berjalan untuk memecah Suriah menjadi negara yang lemah dan mudah tunduk pada kepentingan Israel.

Damaskus telah berulang kali menuntut diakhirinya agresi Israel. "Eskalasi berbahaya ini dianggap sebagai ancaman langsung terhadap perdamaian dan keamanan regional," kata Kementerian Luar Negeri Suriah dalam sebuah pernyataan.

Namun, dengan kekuatan Barat yang terus melindungi Israel secara diplomatis, Tel Aviv terus melanjutkan pendudukan dan kampanye pengebomannya, yang menggarisbawahi penolakannya terhadap hukum internasional dan kedaulatan regional.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!