PM Denmark: Netanyahu Telah Menjadi Masalah!

Minggu, 17 Agustus 2025 - 08:53 WIB
"Hal ini akan menggagalkan gagasan Negara Palestina karena tidak ada yang perlu diakui dan tidak ada yang perlu diakui," katanya, seperti dikutip BBC.

Permukiman Israel di tanah Palestina telah dianggap ilegal menurut hukum internasional dan merupakan salah satu penghambat utama perdamaian Israel dan Palestina. Sekitar 700.000 pemukim ilegal Israel telah tinggal di sekitar 160 permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, menurut kelompok anti-permukiman Israel, Peace Now. Tanah inilah yang diperjuangkan warga Palestina untuk negara merdeka di masa depan.

"Setelah puluhan tahun tekanan dan pembekuan internasional, kami melanggar konvensi dan menghubungkan Maale Adumim dengan Yerusalem," kata Smotrich.

"Inilah Zionisme yang terbaik—membangun, menetap, dan memperkuat kedaulatan kami di Tanah Israel," paparnya.

Komentar Smotrich muncul muncul setelah semakin banyak negara yang berniat untuk mengakui Negara Palestina dalam Sidang Majelis PBB pada September mendatang, yang telah dikecam Israel.

Mengumumkan rencana tersebut dalam konferensi pers bersama Ketua Dewan Yesha, Israel Ganz, dan Wali Kota Maale Adumim, Guy Yifrach, Smotrich mengatakan bahwa tanah tersebut telah diberikan kepada orang Yahudi oleh Tuhan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!