Hamas Bantah Pencurian Bantuan Kemanusiaan di Gaza

Minggu, 27 Juli 2025 - 02:20 WIB
"Pernyataan (Presiden AS Donald) Trump dan (utusan presiden AS untuk Timur Tengah Steve) Witkoff ini tidak sejalan dengan penilaian para mediator dan bertentangan dengan realitas proses negosiasi," ujarnya.

Rishq menegaskan bahwa Hamas telah terlibat dalam negosiasi "dengan tanggung jawab nasional penuh dan fleksibilitas" sejak awal perundingan, dengan tujuan mencapai "kesepakatan komprehensif yang mengakhiri agresi dan meringankan penderitaan" penduduk Gaza.

Ia menekankan bahwa tanggapan terbaru Hamas terhadap kerangka kerja saat ini mencakup "pendekatan positif dan fleksibel" terhadap semua poin penting, terutama terkait pengiriman bantuan.

"Kami bersikeras bahwa perjanjian tersebut harus memastikan aliran bantuan kemanusiaan yang jelas dan terlindungi melalui PBB dan badan-badan yang diakui tanpa campur tangan pendudukan," ujar Rishq.

Ia menambahkan bahwa tanggapan Hamas juga menyerukan pengurangan ukuran dan kedalaman zona penyangga yang dideklarasikan Israel di Gaza selama gencatan senjata 60 hari yang diusulkan, terutama menghindari daerah padat penduduk untuk memfasilitasi kembalinya penduduk yang mengungsi.

Ia mendesak pemerintah AS untuk "berhenti melindungi pendudukan" dan mengakhiri "kedok militer dan politiknya untuk perang pemusnahan dan kelaparan Israel yang sedang berlangsung" di Gaza.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!