Israel Sebut Suriah Sangat Berbahaya, Tepis Janji Al-Sharaa Lindungi Etnis Druze

Minggu, 20 Juli 2025 - 08:18 WIB
Namun, beberapa diplomat dan analis mengatakan tujuan Israel adalah untuk melemahkan militer di Suriah karena mereka berada di titik lemah sejak kelompok Islam Sunni pimpinan Al-Sharaa menggulingkan Bashar Al-Assad, sekutu Iran, pada Desember 2024.

Ketegangan berkepanjangan antara suku Druze dan Badui Arab di Sweida pecah menjadi bentrokan sektarian yang mematikan Minggu lalu, menyusul penculikan seorang pedagang Druze di jalan raya menuju ibu kota.

Menurut Observatorium Hak Asasi Manusia Suriah (SOHR) yang berbasis di Inggris, 940 orang telah tewas sejak saat itu.

Gencatan senjata antara Israel dan Suriah diumumkan oleh utusan khusus AS untuk Suriah, Tom Barrack, pada hari Jumat.

"Kami menyerukan kepada Druze, Badui, dan Sunni untuk meletakkan senjata mereka dan bersama dengan minoritas lainnya membangun identitas Suriah yang baru dan bersatu dalam perdamaian dan kesejahteraan dengan negara-negara tetangganya," ujarnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!