Tegakkan Gencatan Senjata, Presiden Suriah Kirim Ribuan Pasukan ke Wilayah Suku Druze
Sabtu, 19 Juli 2025 - 21:58 WIB
Baca Juga: NATO Ketar-ketir, Akankah BRICS Jadi Aliansi Militer?
"Kami menyerukan kepada kaum Druze, Badui, dan Sunni untuk meletakkan senjata mereka dan bersama-sama dengan minoritas lainnya membangun identitas Suriah yang baru dan bersatu dalam perdamaian dan kesejahteraan dengan negara-negara tetangganya," kata utusan tersebut.
Israel dan Suriah belum memberikan komentar publik mengenai perjanjian gencatan senjata yang dilaporkan tersebut.
Sesaat sebelum kantor Sharaa mengumumkan rencana pengerahan militernya ke selatan, seorang pejabat Israel mengatakan bahwa Israel telah setuju untuk mengizinkan masuknya personel Pasukan Keamanan Dalam Negeri Suriah secara terbatas ke Suweida selama 48 jam untuk melindungi warga sipil Druze "mengingat ketidakstabilan yang sedang berlangsung".
Melansir BBC, Komunitas Suweida yang mayoritas penduduknya Druze menganut keyakinan yang unik dan rahasia yang berasal dari Islam Syiah, dan tidak mempercayai pemerintah yang dipimpin jihadis saat ini di Damaskus. Mereka merupakan minoritas di Suriah, serta di negara tetangga Lebanon dan Israel.
Menurut Observatorium Hak Asasi Manusia Suriah (SOHR) yang berbasis di Inggris, 718 orang telah tewas sejak kekerasan meletus.
"Kami menyerukan kepada kaum Druze, Badui, dan Sunni untuk meletakkan senjata mereka dan bersama-sama dengan minoritas lainnya membangun identitas Suriah yang baru dan bersatu dalam perdamaian dan kesejahteraan dengan negara-negara tetangganya," kata utusan tersebut.
Israel dan Suriah belum memberikan komentar publik mengenai perjanjian gencatan senjata yang dilaporkan tersebut.
Sesaat sebelum kantor Sharaa mengumumkan rencana pengerahan militernya ke selatan, seorang pejabat Israel mengatakan bahwa Israel telah setuju untuk mengizinkan masuknya personel Pasukan Keamanan Dalam Negeri Suriah secara terbatas ke Suweida selama 48 jam untuk melindungi warga sipil Druze "mengingat ketidakstabilan yang sedang berlangsung".
Melansir BBC, Komunitas Suweida yang mayoritas penduduknya Druze menganut keyakinan yang unik dan rahasia yang berasal dari Islam Syiah, dan tidak mempercayai pemerintah yang dipimpin jihadis saat ini di Damaskus. Mereka merupakan minoritas di Suriah, serta di negara tetangga Lebanon dan Israel.
Menurut Observatorium Hak Asasi Manusia Suriah (SOHR) yang berbasis di Inggris, 718 orang telah tewas sejak kekerasan meletus.
Lihat Juga :