'Putin Bicara Manis lalu Mengebom Semua Orang'

Senin, 14 Juli 2025 - 11:28 WIB
"Saya belum menyepakati jumlahnya, tetapi mereka akan menerima beberapa karena mereka memang membutuhkan perlindungan," ujarnya kepada wartawan di Pangkalan Gabungan Andrews, sekembalinya dari menonton final Piala Dunia Antarklub FIFA di New Jersey, sebagaimana dikutip AFP.

Gedung Putih telah mengubah keputusannya dari pengumuman awal bulan ini yang menyatakan akan menghentikan beberapa pengiriman senjata ke Kyiv, dan malah mengumumkan kesepakatan baru yang mengharuskan NATO membayar Amerika Serikat untuk beberapa senjata yang dikirimnya ke Ukraina.

"Pada dasarnya, kami akan mengirimkan berbagai peralatan militer yang sangat canggih kepada mereka dan mereka akan membayar kami 100 persen," kata Trump. "Ini akan menjadi bisnis bagi kami," imbuhnya.

Awal pekan ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Ukraina hampir mencapai kesepakatan multi-level mengenai sistem dan rudal Patriot baru untuk Kyiv.

Ketika pertama kali kembali ke Gedung Putih pada bulan Januari, Trump bersikeras bahwa dia bisa bekerja sama dengan Putin untuk mengakhiri perang, menunda peningkatan sanksi tidak seperti sekutu Eropa.

Namun, Rusia telah berbulan-bulan menolak gencatan senjata yang diusulkan oleh Amerika Serikat dan Kyiv.

Trump telah berulang kali menyuarakan ketidakpuasannya terhadap Putin dalam beberapa hari terakhir, dan pada hari Minggu mengisyaratkan bahwa dia mungkin akhirnya siap untuk memperketat sanksi seiring dengan meningkatnya momentum untuk "paket pencegah" di Kongres.

Ketika ditanya apakah dia akan mengumumkan sanksi apa pun terhadap Rusia, Trump menjawab: "Kita lihat saja apa yang akan kita lihat besok, oke?"

"Sanksi Palu Godam"

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!