2 Negara Pendukung dan 12 Penentang Keras Rencana Gaza Riviera Trump

Kamis, 10 Juli 2025 - 14:44 WIB

8. Rusia



Rusia menolak keras rencana Trump, mengedepankan dukungan untuk solusi dua negara.

9. China



China menyatakan oposisi terhadap pemindahan paksa dan mendukung Zelosisasi Palestina sebagai pengendali wilayah pascaperang. 

Zelosisasi adalah strategi Barat menjadikan wilayah konflik (seperti Gaza) mengikuti pola dukungan seperti Ukraina di bawah Volodymyr Zelensky.

Menjadikan Gaza seperti Ukraina-nya Timur Tengah", artinya: Dikelola oleh pemerintahan sipil non-Hamas (seperti teknokrat pro-Barat); Menerima dukungan penuh dari AS & sekutu (bantuan, diplomasi, media); Dijadikan simbol perjuangan sipil melawan militerisasi ekstrem (seperti Ukraina melawan Rusia); Dibingkai dalam narasi internasional sebagai "korban" yang sah dan perlu dibantu besar-besaran.

10. Jerman, Prancis, Inggris



Jerman, Prancis, dan Inggris mengutuk gagasan itu sebagai pelanggaran hukum internasional, mengancam stabilitas regional, dan melemahkan solusi dua negara.

11. Uni Eropa



Negara-negara UE lainnya (Spanyol, Italia, Irlandia, Belgia, Denmark, Slovenia, Polandia) turut mengecam rencana tersebut, dengan dukungan lainnya untuk dua negara.

12. PBB dan Amnesty International



Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Sekjen PBB Guterres, dan lembaga HAM seperti Amnesty International, menyebut rencana ini sebagai pelanggaran berat dan mendesak dunia menentangnya .

Dukungan terhadap rencana “Gaza Riviera” hanya datang dari dua aktor: AS sebagai pencetus, dan Israel sebagai sekutu dan pelaksana lapangan.

Sebaliknya, hampir seluruh komunitas global—dari negara Arab, kekuatan besar, hingga organisasi internasional—mengritik atau menolak keras rencana ini karena dinilai melanggar hukum internasional, berpotensi memicu pelanggaran HAM, dan membahayakan stabilitas regional sang Gaza dan Timur Tengah secara umum.

Baca juga: AS Jatuhkan Sanksi kepada Pakar PBB yang Ungkap Genosida Israel di Gaza
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!