Baru Diangkat Putin, Jenderal Top Rusia Ini Tewas Diserang Roket HIMARS Ukraina

Jum'at, 04 Juli 2025 - 09:59 WIB
Sebelumnya, dia adalah komandan Brigade Infanteri Angkatan Laut ke-155 Armada Pasifik. "Kenangan abadi bagi sang pahlawan," tulis Kementerian Pertahanan Rusia di Telegram saat mengumumkan berita tewasnya Gudkov, Kamis (3/7/2025).

Pejabat Ukraina, yang sebelumnya mengaku bertanggung jawab atas beberapa pembunuhan yang ditargetkan terhadap komandan Rusia, tidak segera mengomentari laporan kematian jenderal tersebut. Ukraina menuduh brigade ke-155 Rusia membunuh warga sipil di pinggiran kota Kyiv pada minggu-minggu awal perang dan mengeksekusi tawanan perang.

Kementerian Pertahanan Rusia tidak memberikan banyak keterangan, hanya mengatakan bahwa Jenderal Gudkov tewas pada hari Rabu "selama operasi tempur" di wilayah Kursk yang berbatasan dengan Ukraina.

Sebuah berita kematian yang dipublikasikan di media sosial oleh asosiasi veteran marinir mengatakan empat rudal telah menghantam pusat komando brigade di desa Korenevo, sekitar 17 mil dari perbatasan, menewaskan Jenderal Gudkov dan sembilan orang lainnya, banyak dari mereka adalah perwira senior.

Pembunuhan jenderal tersebut terjadi saat pasukan Moskow telah membuat kemajuan di Ukraina timur dan pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah menghentikan pengiriman beberapa misil pencegat pertahanan udara dan senjata lainnya ke Ukraina, yang membuat Angkatan Darat Ukraina kewalahan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!