Turki Geger Gara-gara Majalah Terbitkan Kartun yang Menghina Nabi Muhammad SAW
Selasa, 01 Juli 2025 - 09:01 WIB
“Meniru Charlie Hebdo sangat disengaja dan sangat mengkhawatirkan,” katanya tentang majalah satire Prancis yang kantornya diserbu oleh orang-orang Muslim bersenjata pada tahun 2015.
Serangan di kantor majalah Charlie Hebdo yang menewaskan 12 orang kala itu terjadi setelah majalah tersebut menerbitkan karikatur yang mengolok-olok Nabi Muhammad SAW.
“Ada permainan di sini, seolah-olah kita mengulang sesuatu yang serupa. Ini adalah provokasi dan serangan yang sangat sistematis,” kata Akgun.
Menteri Kehakiman Yilmaz Tunc mengatakan penyelidikan telah dibuka atas dasar “penghinaan publik terhadap nilai-nilai agama."
“Tidak menghormati keyakinan kita tidak pernah dapat diterima,” tulisnya di X.
“Tidak ada kebebasan yang memberikan hak untuk menjadikan nilai-nilai sakral suatu keyakinan sebagai bahan lelucon yang buruk. Karikatur atau bentuk representasi visual apa pun dari Nabi kita tidak hanya merusak nilai-nilai agama kita tetapi juga merusak kedamaian masyarakat," paparnya.
Gubernur Istanbul Davut Gul juga mengecam “mentalitas yang berusaha memprovokasi masyarakat dengan menyerang nilai-nilai sakral kita."
“Kita tidak akan tinggal diam dalam menghadapi tindakan keji apa pun yang menargetkan keyakinan bangsa kita,” paparnya.
Serangan di kantor majalah Charlie Hebdo yang menewaskan 12 orang kala itu terjadi setelah majalah tersebut menerbitkan karikatur yang mengolok-olok Nabi Muhammad SAW.
“Ada permainan di sini, seolah-olah kita mengulang sesuatu yang serupa. Ini adalah provokasi dan serangan yang sangat sistematis,” kata Akgun.
Menteri Kehakiman Yilmaz Tunc mengatakan penyelidikan telah dibuka atas dasar “penghinaan publik terhadap nilai-nilai agama."
“Tidak menghormati keyakinan kita tidak pernah dapat diterima,” tulisnya di X.
“Tidak ada kebebasan yang memberikan hak untuk menjadikan nilai-nilai sakral suatu keyakinan sebagai bahan lelucon yang buruk. Karikatur atau bentuk representasi visual apa pun dari Nabi kita tidak hanya merusak nilai-nilai agama kita tetapi juga merusak kedamaian masyarakat," paparnya.
Gubernur Istanbul Davut Gul juga mengecam “mentalitas yang berusaha memprovokasi masyarakat dengan menyerang nilai-nilai sakral kita."
“Kita tidak akan tinggal diam dalam menghadapi tindakan keji apa pun yang menargetkan keyakinan bangsa kita,” paparnya.
(mas)
Lihat Juga :