Gangster Prancis Sewa Pembunuh Bayaran Melalui Layanan UberKills

Senin, 30 Juni 2025 - 18:17 WIB
Durov ditahan atas tuduhan terlibat dalam kejahatan yang diduga dilakukan oleh pengguna Telegram, termasuk ekstremisme dan pelecehan anak. Ia kemudian dibebaskan dengan jaminan.

Pengusaha kelahiran Rusia itu mengatakan bahwa dalam banyak kasus Le Monde tidak meminta komentar dari perusahaan atau mengabaikan koreksi yang diberikan oleh platform tersebut.

Ia mengklaim bahwa surat kabar tersebut berupaya membangun narasi negatif tentang Telegram dan menggambarkan tuduhan terhadapnya sebagai "tidak masuk akal".

Telegram mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka mematuhi hukum Uni Eropa dan menggambarkannya sebagai hal yang tidak masuk akal jika platform atau pendirinya harus bertanggung jawab atas penyalahgunaan pengguna.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!