Iran Dukung Timur Tengah Bebas Senjata Nuklir Jika Israel Lucuti Bom Atomnya
Jum'at, 27 Juni 2025 - 20:24 WIB
Pada hari Senin, Iran melancarkan serangan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid milik AS di Qatar sebagai tanggapan atas serangan AS tersebut.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada hari Senin malam bahwa Israel dan Iran telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata yang, setelah 24 jam, akan menjadi akhir resmi dari "perang 12 hari."
Pada hari Selasa, Trump mengatakan gencatan senjata antara Iran dan Israel sekarang berlaku, mendesak kedua belah pihak untuk tidak melanggarnya.
“Serangan AS dan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran memberikan pukulan yang tidak dapat diperbaiki bagi rezim nonproliferasi nuklir,” ujar Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada hari Jumat.
"Serangan militer oleh AS dan rezim Zionis terhadap fasilitas nuklir damai Iran, yang berada di bawah kendali penuh IAEA, merupakan pelanggaran berat terhadap semua aturan internasional dan memberikan pukulan yang tidak dapat diperbaiki terhadap status rezim nonproliferasi nuklir oleh anggota tetap Dewan Keamanan PBB," papar Pezeshkian dalam pidato video kepada para peserta pertemuan Dewan Ekonomi Eurasia Tertinggi di Minsk.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada hari Senin malam bahwa Israel dan Iran telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata yang, setelah 24 jam, akan menjadi akhir resmi dari "perang 12 hari."
Pada hari Selasa, Trump mengatakan gencatan senjata antara Iran dan Israel sekarang berlaku, mendesak kedua belah pihak untuk tidak melanggarnya.
“Serangan AS dan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran memberikan pukulan yang tidak dapat diperbaiki bagi rezim nonproliferasi nuklir,” ujar Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada hari Jumat.
"Serangan militer oleh AS dan rezim Zionis terhadap fasilitas nuklir damai Iran, yang berada di bawah kendali penuh IAEA, merupakan pelanggaran berat terhadap semua aturan internasional dan memberikan pukulan yang tidak dapat diperbaiki terhadap status rezim nonproliferasi nuklir oleh anggota tetap Dewan Keamanan PBB," papar Pezeshkian dalam pidato video kepada para peserta pertemuan Dewan Ekonomi Eurasia Tertinggi di Minsk.
Lihat Juga :