Bawa Harta Karun Rp260 Triliun, Kapal Karam Terkaya Ini Picu Pertikaian Kepemilikan
Kamis, 12 Juni 2025 - 07:50 WIB
Kapal tersebut, yang dijuluki "cawan suci kapal karam", membawa harta karun dari Peru ke Spanyol untuk mendanai Perang Suksesi Spanyol ketika dicegat oleh pasukan Inggris yang dipimpin oleh Charles Wager.
Menurut laporan The Express.co.uk, Kamis (12/6/2025), kapal galleon San Jose menemui ajalnya ketika magasin bubuk mesiunya meledak selama pertempuran, mengirim kapal dan harta karunnya ke dasar laut.
Setelah hilang selama berabad-abad, sebuah ekspedisi pada tahun 2015 menggunakan kendaraan nirawak bawah air untuk menemukan bangkai kapal, dan para ahli kini yakin bahwa identitas kapal telah dikonfirmasi.
"Bukti-bukti ini memperkuat identifikasi bangkai kapal sebagai San Jose Galleon, sebuah hipotesis yang telah diajukan sejak penemuan awalnya pada tahun 2015," kata para akademisi.
"Penemuan janggel yang dibuat pada tahun 1707 di Lima Mint menunjukkan sebuah kapal yang menavigasi rute Tierra Firme pada awal abad ke-18. Galleon San José adalah satu-satunya kapal yang sesuai dengan karakteristik ini. Penemuan ini menghadirkan peluang langka untuk menjelajahi situs arkeologi bawah laut dan memperdalam pemahaman kita tentang rute dan perdagangan maritim kolonial," imbuh mereka.
Menurut laporan The Express.co.uk, Kamis (12/6/2025), kapal galleon San Jose menemui ajalnya ketika magasin bubuk mesiunya meledak selama pertempuran, mengirim kapal dan harta karunnya ke dasar laut.
Setelah hilang selama berabad-abad, sebuah ekspedisi pada tahun 2015 menggunakan kendaraan nirawak bawah air untuk menemukan bangkai kapal, dan para ahli kini yakin bahwa identitas kapal telah dikonfirmasi.
"Bukti-bukti ini memperkuat identifikasi bangkai kapal sebagai San Jose Galleon, sebuah hipotesis yang telah diajukan sejak penemuan awalnya pada tahun 2015," kata para akademisi.
"Penemuan janggel yang dibuat pada tahun 1707 di Lima Mint menunjukkan sebuah kapal yang menavigasi rute Tierra Firme pada awal abad ke-18. Galleon San José adalah satu-satunya kapal yang sesuai dengan karakteristik ini. Penemuan ini menghadirkan peluang langka untuk menjelajahi situs arkeologi bawah laut dan memperdalam pemahaman kita tentang rute dan perdagangan maritim kolonial," imbuh mereka.
Lihat Juga :