AS Yakin Balas Dendam Rusia Belum Berakhir, Sampai Kapan?

Minggu, 08 Juni 2025 - 18:20 WIB
Kedutaan Besar Rusia dan Ukraina di Washington dan Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Michael Kofman, seorang pakar Rusia di Carnegie Endowment for International Peace, mengatakan bahwa ia menduga Moskow akan berusaha menghukum badan keamanan dalam negeri Ukraina, SBU, atas perannya dalam serangan akhir pekan lalu. Untuk mengirim pesan, Rusia dapat menggunakan rudal balistik jarak menengah untuk serangan tersebut, katanya.

Baca Juga: Aliansi Eropa - Yahudi di Ujung Tanduk

"Kemungkinan besar, mereka akan mencoba membalas terhadap markas besar (SBU), atau gedung administrasi intelijen regional lainnya," kata Kofman, seraya menambahkan bahwa Rusia juga dapat menargetkan pusat manufaktur pertahanan Ukraina.

Namun, Kofman menyarankan bahwa opsi Rusia untuk membalas mungkin terbatas karena telah mengerahkan banyak kekuatan militernya ke Ukraina.

"Secara umum, kemampuan Rusia untuk meningkatkan serangan secara substansial dari apa yang telah mereka lakukan - dan berupaya lakukan selama sebulan terakhir - cukup terbatas," katanya.

Sebelumnya, Kyiv mengatakan serangan berani hari Minggu itu menggunakan 117 kendaraan udara nirawak yang diluncurkan dari dalam wilayah Rusia dalam operasi yang diberi nama sandi “Jaring Laba-laba.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!