Pria Inggris Bocorkan Rahasia Teknologi Militer AS ke China, Sebut Xi Jinping Bos
Selasa, 03 Juni 2025 - 07:13 WIB
Dalam berkas pengadilan yang diajukan di Central District of California, disebutkan bahwa Miller dan Cui terlibat dalam upaya pengadaan serta ekspor ilegal berbagai jenis peralatan militer AS, termasuk sistem rudal, radar pertahanan udara, pesawat nirawak (drone), dan perangkat kriptografi.
Keduanya bahkan sempat melakukan pembayaran uang muka sebesar USD10.000 untuk membeli sebuah alat yang digunakan untuk enkripsi dan dekripsi informasi. Alat ini merupakan bagian dari sistem komunikasi rahasia militer yang dilindungi ketat oleh regulasi ekspor AS.
Upaya penyelundupan ini dikemas dalam berbagai modus unik. Dalam dokumen dakwaan, disebutkan bahwa Miller dan Cui sempat berdiskusi dengan dua individu yang diidentifikasi sebagai "Individual 5" dan "Individual 6" mengenai cara mengirimkan perangkat kriptografi ke China.
Mereka bahkan menyebutkan kemungkinan menyamarkan alat tersebut dengan cara dikemas bersama barang-barang rumah tangga seperti blender dan motor starter—suatu metode yang digambarkan oleh otoritas sebagai teknik penyelundupan klasik yang dipadu dengan target teknologi tinggi.
Selain tuduhan penyelundupan, Miller dan Cui juga dihadapkan pada dakwaan lain yang tak kalah serius. Keduanya dituduh mencoba mengintimidasi dan menghalangi seorang aktivis anti-Pemerintah China di Amerika Serikat. Aksi itu termasuk memasang alat pelacak pada kendaraan korban serta merusak ban mobilnya.
Motif di balik tindakan tersebut diyakini berkaitan dengan kehadiran Presiden Xi Jinping dalam Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) yang berlangsung di Los Angeles pada November 2023. Sang aktivis diketahui berniat melakukan aksi protes terhadap Presiden Xi dalam acara tersebut.
Namun ternyata, dua orang yang direkrut Miller dan Cui untuk menjalankan aksi penguntitan tersebut—yang diidentifikasi sebagai "Individual 1" dan "Individual 2"—adalah agen atau informan FBI yang sengaja ditempatkan untuk memantau gerak-gerik kedua terdakwa. Informasi yang dikumpulkan dari operasi itu kemudian digunakan untuk membangun dakwaan hukum.
Dalam insiden terpisah yang terjadi pada musim semi 2025, Miller dan Cui kembali terlibat dalam skenario yang menyerupai film laga mata-mata. Ketika sang aktivis mengumumkan melalui siaran video bahwa dia akan meluncurkan dua patung yang menggambarkan Xi Jinping dan istrinya, Miller dan Cui diduga membayar dua individu lainnya—disebut sebagai "Individual 3" dan "Individual 4"—untuk membujuk sang aktivis agar tidak menayangkan karya seninya secara daring.
Keduanya bahkan sempat melakukan pembayaran uang muka sebesar USD10.000 untuk membeli sebuah alat yang digunakan untuk enkripsi dan dekripsi informasi. Alat ini merupakan bagian dari sistem komunikasi rahasia militer yang dilindungi ketat oleh regulasi ekspor AS.
Upaya penyelundupan ini dikemas dalam berbagai modus unik. Dalam dokumen dakwaan, disebutkan bahwa Miller dan Cui sempat berdiskusi dengan dua individu yang diidentifikasi sebagai "Individual 5" dan "Individual 6" mengenai cara mengirimkan perangkat kriptografi ke China.
Mereka bahkan menyebutkan kemungkinan menyamarkan alat tersebut dengan cara dikemas bersama barang-barang rumah tangga seperti blender dan motor starter—suatu metode yang digambarkan oleh otoritas sebagai teknik penyelundupan klasik yang dipadu dengan target teknologi tinggi.
Selain tuduhan penyelundupan, Miller dan Cui juga dihadapkan pada dakwaan lain yang tak kalah serius. Keduanya dituduh mencoba mengintimidasi dan menghalangi seorang aktivis anti-Pemerintah China di Amerika Serikat. Aksi itu termasuk memasang alat pelacak pada kendaraan korban serta merusak ban mobilnya.
Motif di balik tindakan tersebut diyakini berkaitan dengan kehadiran Presiden Xi Jinping dalam Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) yang berlangsung di Los Angeles pada November 2023. Sang aktivis diketahui berniat melakukan aksi protes terhadap Presiden Xi dalam acara tersebut.
Namun ternyata, dua orang yang direkrut Miller dan Cui untuk menjalankan aksi penguntitan tersebut—yang diidentifikasi sebagai "Individual 1" dan "Individual 2"—adalah agen atau informan FBI yang sengaja ditempatkan untuk memantau gerak-gerik kedua terdakwa. Informasi yang dikumpulkan dari operasi itu kemudian digunakan untuk membangun dakwaan hukum.
Dalam insiden terpisah yang terjadi pada musim semi 2025, Miller dan Cui kembali terlibat dalam skenario yang menyerupai film laga mata-mata. Ketika sang aktivis mengumumkan melalui siaran video bahwa dia akan meluncurkan dua patung yang menggambarkan Xi Jinping dan istrinya, Miller dan Cui diduga membayar dua individu lainnya—disebut sebagai "Individual 3" dan "Individual 4"—untuk membujuk sang aktivis agar tidak menayangkan karya seninya secara daring.
Lihat Juga :