Siapa Delphine Horvilleur? Rabi Yahudi Prancis yang Sebut Israel Tak Punya Masa Depan
Selasa, 20 Mei 2025 - 04:40 WIB
Sebagai cucu dari penyintas Holocaust, Horvilleur tumbuh dengan rasa tradisi Yahudi yang kuat. Ia belajar jurnalisme di Universitas Ibrani di Yerusalem, kemudian pindah ke New York, tempat ia mengambil kursus intensif studi Yahudi di Institut Drisha sebelum memulai studinya di Hebrew Union College – Institut Agama Yahudi.
Setelah ditahbiskan pada tahun 2008, ia kembali ke Prancis, tempat ia menjadi (dan tetap, hingga tahun 2017) salah satu dari tiga pemimpin Gerakan Yahudi Liberal Prancis, komunitas liberal yang berafiliasi dengan Persatuan Dunia untuk Yudaisme Progresif, serta rabi dari salah satu dari dua sinagogenya di Paris.
Pemahaman tentang sejarah dan tradisi Yahudi ini memengaruhi dua bukunya tentang agama, Eve’s Costume: Feminism, Modesty, and Judaism (2013), dan How the Rabbis Make Children: Sex, Transmission, and Identity in Judaism (2015).
Setelah ditahbiskan pada tahun 2008, ia kembali ke Prancis, tempat ia menjadi (dan tetap, hingga tahun 2017) salah satu dari tiga pemimpin Gerakan Yahudi Liberal Prancis, komunitas liberal yang berafiliasi dengan Persatuan Dunia untuk Yudaisme Progresif, serta rabi dari salah satu dari dua sinagogenya di Paris.
3. Mengakulturasikan Budaya Prancis ke Komunitas Yahudi
Dalam upayanya untuk membawa pola pikir yang lebih progresif dan inklusif kepada komunitas Yahudi, Horvilleur sering kali memanfaatkan nilai-nilai budaya Prancis yang sekuler dan konteks historis yang menjelaskan mengapa Yudaisme berkembang di sepanjang garis-garis tertentu di Prancis.Pemahaman tentang sejarah dan tradisi Yahudi ini memengaruhi dua bukunya tentang agama, Eve’s Costume: Feminism, Modesty, and Judaism (2013), dan How the Rabbis Make Children: Sex, Transmission, and Identity in Judaism (2015).
(ahm)
Lihat Juga :