Profil Rusten Umerov, Menhan Ukraina yang Ikut Perundingan Damai dengan Rusia
Sabtu, 17 Mei 2025 - 11:56 WIB
Di parlemen, ia aktif dalam berbagai komite dan kelompok persahabatan dengan negara-negara seperti Turki, Arab Saudi, Israel, dan Amerika Serikat.
Ia juga menjadi salah satu pendiri dan ketua bersama dari Crimea Platform, inisiatif diplomatik internasional yang bertujuan mengembalikan Krimea ke Ukraina.
Sejak aneksasi Krimea oleh Rusia pada tahun 2014, Umerov terlibat aktif dalam advokasi internasional untuk pembebasan wilayah yang diduduki dan pembebasan tahanan politik.
Ia menjadi penasihat bagi Mustafa Dzhemilev, pemimpin komunitas Tatar Krimea, dan berperan penting dalam pembebasan dua tahanan politik pertama dari Kremlin pada tahun 2017.
Dalam konteks invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022, Umerov menjadi anggota delegasi Ukraina dalam negosiasi dengan Rusia, termasuk dalam perundingan di Belarusia dan Turki.
Ia juga terlibat dalam negosiasi pertukaran tahanan dan inisiatif ekspor gandum Laut Hitam. Pada Maret 2022, ia mengalami gejala keracunan setelah menghadiri perundingan dengan delegasi Rusia, meskipun gejala tersebut mereda pada hari berikutnya.
Pada September 2023, Presiden Volodymyr Zelensky menunjuk Umerov sebagai Menteri Pertahanan Ukraina, menggantikan Oleksii Reznikov.
Penunjukan ini dianggap sebagai langkah strategis untuk membawa pendekatan baru dalam kepemimpinan militer Ukraina, terutama dalam menghadapi tantangan perang dan kebutuhan akan reformasi internal.
Sebagai menteri, Umerov dikenal karena pendekatannya yang bersih dari skandal korupsi dan kemampuannya dalam membangun hubungan diplomatik dengan negara-negara Muslim dan Barat.
Ia juga menjadi salah satu pendiri dan ketua bersama dari Crimea Platform, inisiatif diplomatik internasional yang bertujuan mengembalikan Krimea ke Ukraina.
Peran dalam Diplomasi dan Negosiasi
Sejak aneksasi Krimea oleh Rusia pada tahun 2014, Umerov terlibat aktif dalam advokasi internasional untuk pembebasan wilayah yang diduduki dan pembebasan tahanan politik.
Ia menjadi penasihat bagi Mustafa Dzhemilev, pemimpin komunitas Tatar Krimea, dan berperan penting dalam pembebasan dua tahanan politik pertama dari Kremlin pada tahun 2017.
Dalam konteks invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022, Umerov menjadi anggota delegasi Ukraina dalam negosiasi dengan Rusia, termasuk dalam perundingan di Belarusia dan Turki.
Ia juga terlibat dalam negosiasi pertukaran tahanan dan inisiatif ekspor gandum Laut Hitam. Pada Maret 2022, ia mengalami gejala keracunan setelah menghadiri perundingan dengan delegasi Rusia, meskipun gejala tersebut mereda pada hari berikutnya.
Penunjukan sebagai Menteri Pertahanan
Pada September 2023, Presiden Volodymyr Zelensky menunjuk Umerov sebagai Menteri Pertahanan Ukraina, menggantikan Oleksii Reznikov.
Penunjukan ini dianggap sebagai langkah strategis untuk membawa pendekatan baru dalam kepemimpinan militer Ukraina, terutama dalam menghadapi tantangan perang dan kebutuhan akan reformasi internal.
Sebagai menteri, Umerov dikenal karena pendekatannya yang bersih dari skandal korupsi dan kemampuannya dalam membangun hubungan diplomatik dengan negara-negara Muslim dan Barat.
Keterlibatan dalam Perundingan Damai 2025
Lihat Juga :