AS Kerahkan Kapal Selam Nuklir Bersenjata 154 Rudal Tomahawk untuk Gertak China
Kamis, 15 Mei 2025 - 08:19 WIB
Di bawah strategi penahanan AS, Guam adalah bagian dari Rantai Pulau Kedua, yang bertujuan untuk membatasi akses Angkatan Laut China ke Samudra Pasifik dengan memanfaatkan wilayah yang berpihak pada AS.
USS Ohio merupakan salah satu dari empat kapal selam berpeluru kendali kelas Ohio milik Angkatan Laut AS, bersama dengan USS Michigan, USS Florida, dan USS Georgia. Kapal selam bertenaga nuklir ini diubah dari kapal selam berpeluru kendali balistik berhulu ledak nuklir menjadi kapal selam berpeluru kendali jelajah Tomahawk konvensional.
Masing-masing kapal selam ini dapat dipersenjatai hingga 154 rudal jelajah Tomahawk, yang mampu mengenai sasaran darat secara tepat dari jarak 1.000 mil. Kapal selam ini juga dirancang untuk mendukung misi operasi khusus dengan menampung hingga 66 personel dan perlengkapannya.
Angkatan Laut China—yang terbesar di dunia berdasarkan jumlah lambung kapal, dengan lebih dari 370 kapal, termasuk 12 kapal selam bertenaga nuklir dan 48 kapal selam bertenaga diesel-listrik—telah sangat memprioritaskan modernisasi kekuatan kapal selamnya, kata Pentagon dalam sebuah laporan resminya.
Kapal selam yang bermarkas di Bangor, Washington, tersebut tengah melakukan apa yang disebutnya "operasi rutin" di Armada Ketujuh Angkatan Laut, menurut keterangan foto Kelompok Kapal Selam Tujuh AS.
Kapal selam tersebut masih berada di Guam hingga 6 Mei saat melakukan latihan bersama Korps Marinir AS di pangkalan tersebut. Latihan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menyediakan "opsi yang fleksibel, berposisi maju, dan respons cepat" bagi komandan regional, imbuh keterangan foto lainnya dari kelompok tersebut.
USS Ohio merupakan salah satu dari empat kapal selam berpeluru kendali kelas Ohio milik Angkatan Laut AS, bersama dengan USS Michigan, USS Florida, dan USS Georgia. Kapal selam bertenaga nuklir ini diubah dari kapal selam berpeluru kendali balistik berhulu ledak nuklir menjadi kapal selam berpeluru kendali jelajah Tomahawk konvensional.
Masing-masing kapal selam ini dapat dipersenjatai hingga 154 rudal jelajah Tomahawk, yang mampu mengenai sasaran darat secara tepat dari jarak 1.000 mil. Kapal selam ini juga dirancang untuk mendukung misi operasi khusus dengan menampung hingga 66 personel dan perlengkapannya.
Angkatan Laut China—yang terbesar di dunia berdasarkan jumlah lambung kapal, dengan lebih dari 370 kapal, termasuk 12 kapal selam bertenaga nuklir dan 48 kapal selam bertenaga diesel-listrik—telah sangat memprioritaskan modernisasi kekuatan kapal selamnya, kata Pentagon dalam sebuah laporan resminya.
Kapal selam yang bermarkas di Bangor, Washington, tersebut tengah melakukan apa yang disebutnya "operasi rutin" di Armada Ketujuh Angkatan Laut, menurut keterangan foto Kelompok Kapal Selam Tujuh AS.
Kapal selam tersebut masih berada di Guam hingga 6 Mei saat melakukan latihan bersama Korps Marinir AS di pangkalan tersebut. Latihan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menyediakan "opsi yang fleksibel, berposisi maju, dan respons cepat" bagi komandan regional, imbuh keterangan foto lainnya dari kelompok tersebut.
Lihat Juga :