Berapa Umur Bumi?
Selasa, 29 April 2025 - 10:54 WIB
Selain itu, berbagai lapisan batuan juga mengandung sisa-sisa fosil dari banyak makhluk yang tidak dikenal, yang membantu para ilmuwan mempelajari perkembangan organisme dari satu lapisan batuan ke lapisan lainnya.
Pada abad ke-17, pengamatan yang dilakukan oleh ilmuwan Denmark Nicolas Steno menghasilkan perumusan konsep stratigrafi, dan Steno menjadi orang pertama yang menemukan hubungan antara sisa-sisa fosil dan strata batuan. Akan tetapi, meskipun teknik Stratigrafi ini tidak memberi tahu usia pasti dari berbagai lapisan batuan, teknik ini pada dasarnya menunjukkan bahwa Bumi berusia miliaran tahun dan bukan jutaan tahun seperti yang diprediksi sebelumnya.
Penemuan penanggalan radioaktif memperkenalkan faktor penting yang membantu menghitung usia Bumi. Pelopor radioaktivitas adalah ahli kimia Amerika Bertram B. Boltwood dan fisikawan Inggris Ernest Rutherford, sementara Arthur Holmes menemukan penanggalan radiometrik.
Pada tahun 1927, Arthur Holmes menerbitkan "The Age of the Earth, an Introduction to Geological Ideas," di mana ia menempatkan usia Bumi dalam kisaran 1,6 hingga 3,0 miliar tahun. Arthur Holmes juga merupakan bagian dari komite yang dibentuk oleh National Research Council of the US Academy of Sciences pada tahun 1931 untuk mengetahui usia Bumi. Laporan akhir komite tersebut menyimpulkan bahwa penanggalan radioaktif adalah satu-satunya metode yang dapat diandalkan untuk menentukan tanggal skala waktu geologi.
Pada tahun 1956, setelah melakukan penanggalan isotop uranium-timbal pada banyak meteorit, ahli geokimia Amerika Clair Cameron Patterson menetapkan usia Bumi sebesar 4,55 ± 0,07 miliar tahun. Bijih timbal Arkean kuno dari Galena juga digunakan untuk menentukan usia planet karena bijih tersebut merupakan mineral timbal yang terbentuk paling awal di Bumi. Batuan ini telah menetapkan usia Bumi sebesar 4,54 miliar tahun dengan margin kesalahan sebesar 1%.
Pada abad ke-17, pengamatan yang dilakukan oleh ilmuwan Denmark Nicolas Steno menghasilkan perumusan konsep stratigrafi, dan Steno menjadi orang pertama yang menemukan hubungan antara sisa-sisa fosil dan strata batuan. Akan tetapi, meskipun teknik Stratigrafi ini tidak memberi tahu usia pasti dari berbagai lapisan batuan, teknik ini pada dasarnya menunjukkan bahwa Bumi berusia miliaran tahun dan bukan jutaan tahun seperti yang diprediksi sebelumnya.
Penemuan penanggalan radioaktif memperkenalkan faktor penting yang membantu menghitung usia Bumi. Pelopor radioaktivitas adalah ahli kimia Amerika Bertram B. Boltwood dan fisikawan Inggris Ernest Rutherford, sementara Arthur Holmes menemukan penanggalan radiometrik.
Pada tahun 1927, Arthur Holmes menerbitkan "The Age of the Earth, an Introduction to Geological Ideas," di mana ia menempatkan usia Bumi dalam kisaran 1,6 hingga 3,0 miliar tahun. Arthur Holmes juga merupakan bagian dari komite yang dibentuk oleh National Research Council of the US Academy of Sciences pada tahun 1931 untuk mengetahui usia Bumi. Laporan akhir komite tersebut menyimpulkan bahwa penanggalan radioaktif adalah satu-satunya metode yang dapat diandalkan untuk menentukan tanggal skala waktu geologi.
Pada tahun 1956, setelah melakukan penanggalan isotop uranium-timbal pada banyak meteorit, ahli geokimia Amerika Clair Cameron Patterson menetapkan usia Bumi sebesar 4,55 ± 0,07 miliar tahun. Bijih timbal Arkean kuno dari Galena juga digunakan untuk menentukan usia planet karena bijih tersebut merupakan mineral timbal yang terbentuk paling awal di Bumi. Batuan ini telah menetapkan usia Bumi sebesar 4,54 miliar tahun dengan margin kesalahan sebesar 1%.
(ahm)
Lihat Juga :