Daftar 9 Calon Pengganti Paus Fransiskus, Salah Satunya Kardinal yang Berulang Kali Mengungjungi Gaza

Senin, 28 April 2025 - 15:13 WIB
Pierbattista Pizzaballa dikenal sebagai calon pengganti Paus Fransiskus. Foto/X/@RomanoSace57080
VATICAN CITY - Kematian Paus Fransiskus pada hari Senin, 21 April, sehari setelah Minggu Paskah, mengawali serangkaian tradisi yang dalam beberapa minggu akan berpuncak pada pemungutan suara untuk paus berikutnya.

Setelah Paus Fransiskus dimakamkan pada hari Sabtu, penggantinya akan diputuskan oleh kardinal elektor Gereja Katolik, sekelompok sekitar 135 kardinal berusia di bawah 80 tahun, yang diperkirakan akan memulai konklaf mereka pada awal hingga pertengahan Mei untuk mengadakan pemilihan rahasia untuk paus berikutnya.



"Setiap konklaf kepausan, dalam beberapa hal, mengarah pada referendum tentang kepausan yang baru saja berakhir," kata John Allen, pengamat lama Vatikan dan editor situs berita Katolik "Crux".

Beberapa calon terdepan kemungkinan akan mewakili kelanjutan dari arahan yang ditetapkan oleh Paus Fransiskus, katanya, sementara yang lain akan menandakan "perubahan ke arah yang sedikit lebih tradisional dan konservatif."

Apa pun kecenderungan mereka, kata Allen, para kardinal pemilih akan mencari seseorang yang dapat menyamai kedudukan Paus Fransiskus di panggung dunia. "Mereka menginginkan, sebagian, seseorang yang dapat memiliki kapasitas yang sama untuk membuat dunia yang lebih luas sama sekali tidak mungkin mengabaikan apa yang dikatakan Gereja Katolik."

Selama 600 tahun terakhir — sejak 1378 — para kardinal telah dipilih untuk jabatan tersebut, meskipun kelayakan secara teknis berlaku untuk setiap pria Katolik Roma yang telah dibaptis.

Daftar 9 Calon Pengganti Paus Fransiskus, Salah Satunya Kardinal yang Berulang Kali Mengungjungi Gaza

1. Kardinal Peter Erdo, Uskup Agung Budapest, Hungaria

Melansir CBS News, Kardinal Peter Erdo, seorang ahli hukum kanon berusia 72 tahun, adalah pemimpin Katolik dengan jabatan tertinggi di negara yang 80% penduduknya beragama Kristen. Ia dikenal karena dukungannya terhadap upaya Paus untuk menjangkau umat Kristen Ortodoks.

Erdo juga berada di pihak konservatif dari kesenjangan budaya Eropa. Mengenai migrasi, isu utama bagi Hungaria, ia telah menyampaikan pendekatan yang seimbang, mengakui hak untuk bermigrasi tetapi juga pentingnya memastikan stabilitas politik.

Erdo dianggap sebagai seorang tradisionalis tetapi juga dihormati oleh kaum liberal, yang dapat menjadikannya kekuatan pemersatu dalam gereja.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!