Sentil China, Jenderal AS Nyatakan Siap Melawan Agresi Asia

Selasa, 22 April 2025 - 15:38 WIB
China dengan tegas menentang latihan perang semacam itu di atau dekat Laut China Selatan yang disengketakan dan di provinsi-provinsi Filipina utara yang dekat dengan Taiwan, terutama jika latihan itu melibatkan pasukan AS dan sekutu yang menurut Beijing bertujuan untuk menahannya dan, akibatnya, mengancam stabilitas dan perdamaian regional.

“Kekuatan gabungan kita memiliki tingkat daya mematikan untuk pasukan yang memiliki etos dan semangat prajurit yang gigih,” kata Glynn dalam pidatonya di upacara pembukaan latihan perang tersebut.

“Semuanya didedikasikan untuk satu tujuan, untuk memastikan pertahanan Filipina dan mempertahankan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka," imbuh dia, seperti dikutip AP, Selasa (22/4/2025).

"Kita semua ingin menyelesaikan konflik regional apa pun secara damai, tetapi jika pencegahan gagal, kita perlu bersiap,” kata Glynn, yang sebelumnya membantu memimpin pasukan operasi khusus melawan ISIS dan bertugas di Fallujah, Irak.

Pejabat Angkatan Darat Filipina, Mayor Jenderal Francisco Lorenzo, mengeklaim latihan Balikatan, yang berarti bahu-membahu dalam bahasa Tagalog, tidak ditujukan untuk negara tertentu.

"Ini adalah latihan bersama dengan pasukan AS untuk meningkatkan kemampuan kita dalam mengamankan wilayah kita dan, tentu saja, itu akan meningkatkan kemampuan dan kesiapan serta respons kita terhadap segala kemungkinan,” kata Lorenzo.

Menurut militer Filipina, latihan tersebut akan mencakup simulasi serangan balasan sekutu terhadap serangan musuh di sebuah pulau, penggunaan rentetan tembakan artileri dan rudal untuk menenggelamkan kapal musuh tiruan, pelayaran gabungan Angkatan Laut di atau dekat Laut China Selatan yang disengketakan, dan pengawasan tempur udara.

Sebuah pernyataan militer Filipina menggambarkan latihan tempur skala besar tahun ini sebagai "skenario pertempuran skala penuh yang dirancang dengan cermat untuk menguji dan meningkatkan kemampuan gabungan angkatan bersenjata kedua negara secara ketat dalam kondisi yang paling realistis dan menantang."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!