Sentil China, Jenderal AS Nyatakan Siap Melawan Agresi Asia

Selasa, 22 April 2025 - 15:38 WIB
Selain personel militer AS dan Filipina, Australia berencana mengerahkan sekitar 260 personel, kata seorang perwira militer Australia.

Beberapa negara termasuk Jepang juga bermaksud mengirim pengamat militer.

Sebuah sistem rudal jarak menengah, yang dikerahkan ke Filipina utara oleh Angkatan Darat AS tahun lalu, akan digunakan lagi dalam latihan tempur tersebut, kata pejabat militer AS dan Filipina tanpa memberikan rincian tambahan.

China telah berulang kali menyatakan kekhawatiran atas penempatan rudal tersebut dan menuntut Filipina menarik persenjataan dari wilayah China, yang menurutnya dapat memicu perlombaan senjata.

Sistem rudal jarak menengah Angkatan Darat AS yang terdiri dari peluncur mobile dan sedikitnya 16 Rudal Standar-6 dan Rudal Serang Darat Tomahawk telah diposisikan ulang di Filipina, kata seorang pejabat Filipina kepada AP awal tahun ini.

Sistem tersebut diposisikan ulang dari kota Laoag di Filipina utara ke area strategis di provinsi pesisir barat yang berhadapan dengan beting Laut China Selatan yang disengketakan, tempat pasukan penjaga pantai dan Angkatan Laut China dan Filipina terlibat dalam konfrontasi yang semakin menegangkan.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengunjungi Manila bulan lalu dalam perjalanan pertamanya ke Asia dan mengatakan pemerintahan Donald Trump akan bekerja sama dengan sekutu untuk meningkatkan pencegahan terhadap agresi China di Laut China Selatan.

AS tidak bersiap untuk perang, kata Hegseth, sambil menggarisbawahi bahwa perdamaian akan diraih "melalui kekuatan."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!