5 Fakta Israel Halangi Jemaah Kristen Palestina Rayakan Paskah

Senin, 21 April 2025 - 14:38 WIB
Upacara "Api Suci" di Gereja Makam Kudus, yang merupakan bagian penting dari perayaan Paskah Ortodoks, juga mengalami pembatasan.

Jika sebelumnya upacara ini dihadiri sekitar 10.000 orang, pada tahun 2025 jumlah peserta dibatasi hanya 1.800 orang di dalam gereja dan 1.200 orang di luar.

Pembatasan ini memicu protes dari para pemimpin gereja yang menilai kebijakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap status quo yang telah berlangsung selama berabad-abad.

3. Kekerasan dan Intimidasi terhadap Umat Kristen



Selain pembatasan administratif, umat Kristen Palestina juga menghadapi kekerasan dan intimidasi fisik.

Laporan menunjukkan peningkatan serangan terhadap gereja, biarawan, dan peziarah oleh pemukim ekstremis Yahudi.

Umat Kristen yang mencoba mengikuti prosesi Jalan Salib di Via Dolorosa seringkali dihadang oleh aparat keamanan atau mengalami pelecehan dari kelompok-kelompok ekstremis.

Situasi ini menciptakan atmosfer ketakutan dan mengurangi partisipasi umat dalam perayaan keagamaan mereka.

4. Dampak Tekanan terhadap Komunitas Kristen Palestina



Kebijakan pembatasan dan kekerasan yang terus-menerus telah mendorong banyak umat Kristen Palestina untuk meninggalkan tanah kelahiran mereka.

Di Bethlehem, misalnya, jumlah umat Kristen telah berkurang drastis dalam beberapa dekade terakhir.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!