Rusia Klaim Diserang Ukraina Lebih dari 1.300 Kali selama Gencatan Senjata Paskah
Senin, 21 April 2025 - 00:15 WIB
Kementerian tersebut mengatakan bahwa pasukan Ukraina telah menembaki posisi Rusia sebanyak 444 kali, juga telah menghitung lebih dari 900 serangan pesawat nirawak Ukraina.
Disebutkan bahwa distrik perbatasan wilayah Bryansk, Kursk, dan Belgorod telah diserang.
"Akibatnya, terjadi kematian dan cedera di antara penduduk sipil, serta kerusakan pada objek sipil," katanya dalam sebuah pernyataan yang diunggah di aplikasi perpesanan Telegram, seperti dikutip Reuters.
“Sesuai dengan perintah Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Rusia [Presiden Vladimir Putin], semua kelompok [militer Rusia] di wilayah operasi militer khusus tersebut secara ketat mematuhi rezim gencatan senjata dan tetap berada di garis dan posisi yang sebelumnya diduduki,” kata kementerian tersebut.
Duta Besar Kementerian Luar Negeri Rusia yang mengawasi penyelidikan kejahatan perang oleh Kyiv, Rodion Miroshnik, mengatakan sebelumnya bahwa Ukraina menggunakan artileri dan pesawat nirawak untuk menyerang daerah permukiman di beberapa kota di Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk serta di Wilayah Kherson.
Disebutkan bahwa distrik perbatasan wilayah Bryansk, Kursk, dan Belgorod telah diserang.
"Akibatnya, terjadi kematian dan cedera di antara penduduk sipil, serta kerusakan pada objek sipil," katanya dalam sebuah pernyataan yang diunggah di aplikasi perpesanan Telegram, seperti dikutip Reuters.
“Sesuai dengan perintah Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Rusia [Presiden Vladimir Putin], semua kelompok [militer Rusia] di wilayah operasi militer khusus tersebut secara ketat mematuhi rezim gencatan senjata dan tetap berada di garis dan posisi yang sebelumnya diduduki,” kata kementerian tersebut.
Duta Besar Kementerian Luar Negeri Rusia yang mengawasi penyelidikan kejahatan perang oleh Kyiv, Rodion Miroshnik, mengatakan sebelumnya bahwa Ukraina menggunakan artileri dan pesawat nirawak untuk menyerang daerah permukiman di beberapa kota di Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk serta di Wilayah Kherson.
Lihat Juga :