Indonesia Ingin Gabung Proyek KAAN, Jet Tempur Generasi Ke-5 Turki
Jum'at, 11 April 2025 - 06:31 WIB
"Kami menginginkan kemitraan yang lebih kuat," katanya dalam konferensi pers bersama Erdogan, yang mengunjungi Indonesia pada Februari lalu sebagai bagian dari lawatannya ke Asia.
"Indonesia juga ingin mengambil bagian dalam proyek Pesawat Tempur Nasional KAAN generasi kelima," katanya, seperti dikutip dari Daily Sabah, Jumat (11/4/2025).
Prabowo juga mengatakan Indonesia ingin terlibat dalam inisiatif Turki yang berpusat pada pembuatan kapal selam.
"Saya mengagumi Turki dan belajar banyak dari sini," katanya.
Turki, yang merupakan anggota NATO, meluncurkan proyek TF-X untuk memproduksi pesawat tempur nasional pada tahun 2016. Proyek tersebut kemudian dikenal sebagai KAAN.
KAAN diharapkan dapat menggantikan armada F-16 milik Komando Angkatan Udara Turki yang sudah tua, yang rencananya akan dihentikan produksinya mulai tahun 2030-an.
KAAn awalnya akan didukung oleh dua mesin General Electric F-110, yang juga digunakan pada jet tempur Lockheed Martin generasi keempat.
Turki bermaksud menggunakan mesin yang diproduksi di dalam negeri pada jet tersebut dalam produksi serial, yang diharapkan akan dimulai pada tahun 2028.
Pesawat tersebut akan mampu melakukan pertempuran udara-ke-udara dengan senjata generasi baru dan serangan presisi dari ruang senjata internal dengan kecepatan supersonik. Pesawat ini juga akan memberikan peningkatan daya tempur dengan kecerdasan buatan dan dukungan jaringan saraf.
"Indonesia juga ingin mengambil bagian dalam proyek Pesawat Tempur Nasional KAAN generasi kelima," katanya, seperti dikutip dari Daily Sabah, Jumat (11/4/2025).
Prabowo juga mengatakan Indonesia ingin terlibat dalam inisiatif Turki yang berpusat pada pembuatan kapal selam.
"Saya mengagumi Turki dan belajar banyak dari sini," katanya.
Turki, yang merupakan anggota NATO, meluncurkan proyek TF-X untuk memproduksi pesawat tempur nasional pada tahun 2016. Proyek tersebut kemudian dikenal sebagai KAAN.
KAAN diharapkan dapat menggantikan armada F-16 milik Komando Angkatan Udara Turki yang sudah tua, yang rencananya akan dihentikan produksinya mulai tahun 2030-an.
KAAn awalnya akan didukung oleh dua mesin General Electric F-110, yang juga digunakan pada jet tempur Lockheed Martin generasi keempat.
Turki bermaksud menggunakan mesin yang diproduksi di dalam negeri pada jet tersebut dalam produksi serial, yang diharapkan akan dimulai pada tahun 2028.
Pesawat tersebut akan mampu melakukan pertempuran udara-ke-udara dengan senjata generasi baru dan serangan presisi dari ruang senjata internal dengan kecepatan supersonik. Pesawat ini juga akan memberikan peningkatan daya tempur dengan kecerdasan buatan dan dukungan jaringan saraf.
Lihat Juga :