1.000 Prajurit Israel yang Meminta Perang Gaza Diakhiri, PM Netanyahu Sebut Mereka sebagai Ekstrimis Zionis

Kamis, 10 April 2025 - 20:05 WIB
Surat kabar itu mengatakan para penandatangan menyatakan bahwa perang di Gaza sekarang melayani kepentingan politik, bukan keamanan, dan memperingatkan bahwa hal itu berisiko menimbulkan lebih banyak kematian, termasuk tawanan, prajurit, dan warga sipil, sambil melemahkan cadangan militer Israel.

Surat itu juga menyatakan, "Seperti yang telah terbukti di masa lalu, hanya kesepakatan yang dapat membawa kembali para sandera dengan aman, sementara tekanan militer terutama mengarah pada pembunuhan para sandera dan membahayakan prajurit kita."

Para penandatangan mendesak semua warga negara Israel untuk menuntut diakhirinya perang, dengan memperingatkan, "Setiap hari yang berlalu membahayakan nyawa mereka."

Haaretz mengatakan hanya 25 orang yang menarik kembali tanda tangan mereka setelah mendapat tekanan dari komandan Angkatan Udara Tomer Bar, sementara delapan orang lainnya menandatangani sebagai bentuk protes.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!