Ini 3 Negara Musuh AS yang Tidak Terkena Tarif Impor Trump, Kok Bisa?
Jum'at, 04 April 2025 - 20:20 WIB
Senada, Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt mengatakan bahwa Rusia tidak dimasukkan karena tidak ada perdagangan yang berarti dengan mereka. Kemudian, sanksi yang selama ini diberlakukan kepada Kremlin juga terbilang sangat berat dan masih terus berlaku.
Baca Juga: 4 Bulan setelah Deklarasikan Darurat Militer, Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol yang Dimakzulkan Akhirnya Dicopot
Bicara soal tarif impor baru Trump yang ramai diperbincangkan, Korea Utara justru tidak masuk daftar negara yang dikenai kebijakan tersebut. Hal ini diketahui dari rilis yang dilakukan Gedung Putih beberapa waktu lalu.
Mengutip Anadolu, Korea Utara sebagaimana Rusia tidak masuk daftar karena sudah lebih dulu menerima sanksi dan tarif tinggi dari AS. Artinya, tidak diperlukan lagi penambahan tarif sebagaimana diberlakukan untuk negara lain.
“Mereka (Korea Utara dkk) sudah menghadapi tarif yang sangat tinggi dan sanksi yang kami kenakan sebelumnya menghalangi perdagangan yang berarti dengan negara-negara ini," ungkap seorang pejabat Gedung Putih kepada Anadolu dengan syarat anonim, dikutip Jumat (4/4).
Sementara itu, sebagian pengamat lain menyebut langkah Trump ini sesuai dengan gaya kebijakan luar negerinya pada masa jabatan keduanya di AS. Ia beberapa kali memang suka menyerang sekutu dan mengancam mereka dengan kebijakan ekonomi yang menghukum, tetapi bersikap lebih baik terhadap musuh tradisional.
Baca Juga: 4 Bulan setelah Deklarasikan Darurat Militer, Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol yang Dimakzulkan Akhirnya Dicopot
2. Korea Utara
Lanjut, ada Korea Utara. Melihat ke belakang, negara yang dipimpin Kim Jong Un ini juga dikenal sebagai salah satu musuh Amerika Serikat.Bicara soal tarif impor baru Trump yang ramai diperbincangkan, Korea Utara justru tidak masuk daftar negara yang dikenai kebijakan tersebut. Hal ini diketahui dari rilis yang dilakukan Gedung Putih beberapa waktu lalu.
Mengutip Anadolu, Korea Utara sebagaimana Rusia tidak masuk daftar karena sudah lebih dulu menerima sanksi dan tarif tinggi dari AS. Artinya, tidak diperlukan lagi penambahan tarif sebagaimana diberlakukan untuk negara lain.
“Mereka (Korea Utara dkk) sudah menghadapi tarif yang sangat tinggi dan sanksi yang kami kenakan sebelumnya menghalangi perdagangan yang berarti dengan negara-negara ini," ungkap seorang pejabat Gedung Putih kepada Anadolu dengan syarat anonim, dikutip Jumat (4/4).
Sementara itu, sebagian pengamat lain menyebut langkah Trump ini sesuai dengan gaya kebijakan luar negerinya pada masa jabatan keduanya di AS. Ia beberapa kali memang suka menyerang sekutu dan mengancam mereka dengan kebijakan ekonomi yang menghukum, tetapi bersikap lebih baik terhadap musuh tradisional.
Lihat Juga :