Siapa Yuri Napso? Anggota Parlemen Rusia Dipecat setelah Membolos Kerja selama 200 Hari Tanpa Alasan
Jum'at, 04 April 2025 - 13:30 WIB
Yuri Napso, anggota parlemen Rusia dipecat karena membolos kerja selama 200 hari. Foto/RT
MOSKOW - Yuri Napso, seorang anggota parlemen Rusia telah dicabut mandatnya setelah penyelidikan internal di Duma Negara, majelis rendah parlemen negara itu, menetapkan bahwa ia telah membolos kerja selama sekitar dua tahun, membolos sekitar 200 hari tanpa alasan yang sah.
Anggota parlemen dari Partai Demokrat Liberal (LDPR) sayap kanan Rusia, Yuri Napso, dikeluarkan dari badan legislatif pada hari Rabu, dengan keputusan yang didukung oleh 345 anggota parlemen dari badan yang beranggotakan 450 orang. Fraksi LDPR, serta anggota Partai Komunis Rusia (KPRF) sebagian besar abstain dari pemungutan suara.
“Keputusan tersebut mulai berlaku pada hari adopsi. Duma Negara memperkuat akuntabilitas atas pekerjaan dan kehadiran para anggota parlemen, terus meningkatkan disiplin. Setiap anggota parlemen memiliki status hukum khusus, yang membebankan tanggung jawab dan kewajiban,” tegas badan legislatif tersebut.
Anggota parlemen dari Partai Demokrat Liberal (LDPR) sayap kanan Rusia, Yuri Napso, dikeluarkan dari badan legislatif pada hari Rabu, dengan keputusan yang didukung oleh 345 anggota parlemen dari badan yang beranggotakan 450 orang. Fraksi LDPR, serta anggota Partai Komunis Rusia (KPRF) sebagian besar abstain dari pemungutan suara.
Siapa Yuri Napso? Anggota Parlemen Rusia Dipecat setelah Membolos Kerja selama 200 Hari Tanpa Alasan
1. Tidak Pernah Datang ke Sidang
Telah ditetapkan bahwa legislator tersebut secara efektif absen dari Duma mulai April 2023, dan tinggal di Uni Emirat Arab. Napso membolos sekitar 200 hari kerja tanpa alasan yang sah. Proses penghentian mandat dapat diluncurkan setelah seorang anggota parlemen tidak menghadiri sidang selama total 30 hari.“Keputusan tersebut mulai berlaku pada hari adopsi. Duma Negara memperkuat akuntabilitas atas pekerjaan dan kehadiran para anggota parlemen, terus meningkatkan disiplin. Setiap anggota parlemen memiliki status hukum khusus, yang membebankan tanggung jawab dan kewajiban,” tegas badan legislatif tersebut.
Lihat Juga :