Kamp Pengungsi Jenin Tak Layak Huni akibat Operasi Brutal Militer Israel

Jum'at, 28 Maret 2025 - 02:01 WIB
Tank dan tentara Israel bergerak melalui jalan berlumpur selama penyerbuan di Kamp Pengungsi Jenin di Jenin, Tepi Barat, pada 24 Februari 2025. Foto/Nedal Eshtayah/Anadolu Agency
JENIN - Semua 3.250 unit hunian di kamp pengungsi Jenin kini tidak layak huni setelah hancur total atau sebagian atau terbakar selama operasi brutal militer Israel yang sedang berlangsung yang dimulai pada 21 Januari.

Kondisi itu diungkap Wali Kota daerah itu, Mohammad Jarrar, pada hari Rabu (26/3/2025).



“Situasi di kamp Jenin sangat mengerikan,” imbuh Jarrar. “Buldoser Israel terus beroperasi, menghancurkan, meledakkan, dan membakar rumah-rumah Palestina.”

Wali kota menjelaskan Israel menolak petisi yang diajukan otoritas Palestina terhadap rencana tentara Israel untuk menghancurkan 93 bangunan tempat tinggal, dengan mencatat pembongkaran dapat terjadi kapan saja.

Menurut pejabat itu, bangunan-bangunan itu mencakup “sekitar 300 unit rumah, dan jika keputusan pembongkaran dilaksanakan, kita akan menghadapi bencana yang lebih besar di kamp itu.”

Kamp pengungsi itu, lanjutnya, sama sekali tidak layak huni. “Kita perlu rekonstruksi yang sesungguhnya. Jenin dan kampnya telah menjadi sasaran beberapa operasi Israel selama bertahun-tahun.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!