Juru Bicara AS dan Taliban 'Berperang' di Media Sosial

Minggu, 03 Mei 2020 - 15:27 WIB
"Mari kita perjelas, orang-orang Afghanistan menginginkan perdamaian dunia telah meminta Taliban untuk menghentikan kekerasan dan fokus pada Covid-19. Sekarang saatnya untuk Hentikan Kekerasan," ujarnya.

Mujahid kemudian merespon dengan memperingatkan Sonny untuk tidak mengeluarkan pernyataan provokatif dan mencatat bahwa Taliban berkomitmen pada perjanjian yang ditandatangani kedua pihak pada 29 Februari.

"Jalan menuju resolusi terletak pada implementasi perjanjian Doha. Jangan merusak lingkungan saat ini dengan pernyataan tidak berguna dan provokatif. Kami berkomitmen untuk tujuan kami, menghormati kewajiban Anda sendiri," ucap Mujahid.

Sejak penandatanganan kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang sudah berlangsung selama 19 tahun, kedua belah pihak saling menuduh telah melanggar perjanjian.

Taliban mengatakan bahwa pasukan AS telah melakukan serangan terhadap kelompok itu di zona-zona non-tempur, sebuah klaim yang dibantah Washington. Sementara itu, pejabat Afghanistan menuduh Taliban menculik dan membunuh warga sipil.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!