Putin: Rusia Siap Gencatan Senjata dengan Ukraina
Jum'at, 14 Maret 2025 - 05:36 WIB
Dia menambahkan bahwa Moskow, pada khususnya, perlu membahasnya dengan Amerika Serikat (AS). Dialog tersebut, sambung dia, juga dapat memerlukan percakapan pribadi dengan Presiden AS Donald Trump.
Kekhawatiran yang dicantumkan Putin mencakup sistem “kontrol dan verifikasi” untuk memantau rezim gencatan senjata, serta upaya potensial Kyiv untuk menggunakan jeda dalam permusuhan untuk mempersenjatai kembali dan memperkuat pasukannya di garis depan.
“Apakah 30 hari akan digunakan untuk melanjutkan mobilisasi paksa di Ukraina, untuk memasoknya dengan senjata dan untuk melatih unit-unit yang baru [dibentuk]?” tanya Putin.
“Apakah ada jaminan bahwa hal semacam itu tidak akan terjadi?” imbuh dia.
Sekadar diketahui, Washington dan Kyiv sama-sama mendukung gencatan senjata sementara selama 30 hari yang diusulkan Amerika setelah pertemuan antara delegasi kedua negara di Arab Saudi pada Selasa lalu.
Utusan khusus AS Steve Witkoff diperkirakan akan menyampaikan hasil pembicaraan tersebut selama kunjungannya ke Moskow yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis waktu setempat.
Rusia sebelumnya telah menentang gencatan senjata sementara apa pun dalam perangnya melawan Ukraina, dengan alasan bahwa Kyiv akan menggunakannya untuk mempersenjatai kembali dan melanjutkan pertempuran. Putin menegaskan bahwa resolusi apa pun terhadap konflik tersebut harus mengatasi akar permasalahannya agar dapat tercipta perdamaian berkelanjutan.
Kekhawatiran yang dicantumkan Putin mencakup sistem “kontrol dan verifikasi” untuk memantau rezim gencatan senjata, serta upaya potensial Kyiv untuk menggunakan jeda dalam permusuhan untuk mempersenjatai kembali dan memperkuat pasukannya di garis depan.
“Apakah 30 hari akan digunakan untuk melanjutkan mobilisasi paksa di Ukraina, untuk memasoknya dengan senjata dan untuk melatih unit-unit yang baru [dibentuk]?” tanya Putin.
“Apakah ada jaminan bahwa hal semacam itu tidak akan terjadi?” imbuh dia.
Sekadar diketahui, Washington dan Kyiv sama-sama mendukung gencatan senjata sementara selama 30 hari yang diusulkan Amerika setelah pertemuan antara delegasi kedua negara di Arab Saudi pada Selasa lalu.
Utusan khusus AS Steve Witkoff diperkirakan akan menyampaikan hasil pembicaraan tersebut selama kunjungannya ke Moskow yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis waktu setempat.
Rusia sebelumnya telah menentang gencatan senjata sementara apa pun dalam perangnya melawan Ukraina, dengan alasan bahwa Kyiv akan menggunakannya untuk mempersenjatai kembali dan melanjutkan pertempuran. Putin menegaskan bahwa resolusi apa pun terhadap konflik tersebut harus mengatasi akar permasalahannya agar dapat tercipta perdamaian berkelanjutan.
Lihat Juga :