Hamas Senang Trump Cabut Rencana AS Usir Warga Gaza
Kamis, 13 Maret 2025 - 14:34 WIB
“Para menteri luar negeri Arab membahas rencana rekonstruksi Gaza, yang disetujui pada KTT Liga Arab yang diadakan di Kairo pada tanggal 4 Maret 2025,” ungkap kementerian tersebut.
“Mereka juga setuju dengan utusan AS untuk melanjutkan konsultasi dan koordinasi mengenai rencana ini sebagai dasar bagi upaya rekonstruksi di sektor tersebut,” papar kementerian itu.
Pada hari Sabtu, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang beranggotakan 57 orang secara resmi mengadopsi rencana untuk Gaza yang diajukan Liga Arab pada pertemuan darurat di Arab Saudi.
Prakarsa yang dipelopori Mesir tersebut muncul sebagai usulan untuk membangun kembali Jalur Gaza di bawah pemerintahan Otoritas Palestina mendatang sebagai tanggapan atas ancaman Trump mengambil alih Gaza dan mengosongkan wilayah tersebut dari penduduknya.
Putaran baru pembicaraan tentang gencatan senjata di Gaza juga dimulai di Qatar pada hari Selasa, dengan Witkoff dikirim ke Doha untuk mediasi.
“Para menteri Arab menekankan pentingnya mempertahankan gencatan senjata di Gaza dan wilayah Palestina yang diduduki, menekankan perlunya upaya sungguh-sungguh untuk mencapai perdamaian yang adil dan menyeluruh berdasarkan solusi dua negara, memastikan terpenuhinya aspirasi rakyat Palestina untuk kebebasan dan kemerdekaan,” papar pernyataan Kementerian Luar Negeri Qatar.
Pada hari Minggu, Taher al-Nono, penasihat politik untuk pimpinan Hamas, mengonfirmasi pembicaraan langsung yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan Washington di ibu kota Qatar yang difokuskan pada pembebasan seorang warga negara ganda Amerika-Israel yang ditahan kelompok bersenjata di Gaza.
“Mereka juga setuju dengan utusan AS untuk melanjutkan konsultasi dan koordinasi mengenai rencana ini sebagai dasar bagi upaya rekonstruksi di sektor tersebut,” papar kementerian itu.
Pada hari Sabtu, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang beranggotakan 57 orang secara resmi mengadopsi rencana untuk Gaza yang diajukan Liga Arab pada pertemuan darurat di Arab Saudi.
Prakarsa yang dipelopori Mesir tersebut muncul sebagai usulan untuk membangun kembali Jalur Gaza di bawah pemerintahan Otoritas Palestina mendatang sebagai tanggapan atas ancaman Trump mengambil alih Gaza dan mengosongkan wilayah tersebut dari penduduknya.
Perundingan Gencatan Senjata Gaza
Putaran baru pembicaraan tentang gencatan senjata di Gaza juga dimulai di Qatar pada hari Selasa, dengan Witkoff dikirim ke Doha untuk mediasi.
“Para menteri Arab menekankan pentingnya mempertahankan gencatan senjata di Gaza dan wilayah Palestina yang diduduki, menekankan perlunya upaya sungguh-sungguh untuk mencapai perdamaian yang adil dan menyeluruh berdasarkan solusi dua negara, memastikan terpenuhinya aspirasi rakyat Palestina untuk kebebasan dan kemerdekaan,” papar pernyataan Kementerian Luar Negeri Qatar.
Pada hari Minggu, Taher al-Nono, penasihat politik untuk pimpinan Hamas, mengonfirmasi pembicaraan langsung yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan Washington di ibu kota Qatar yang difokuskan pada pembebasan seorang warga negara ganda Amerika-Israel yang ditahan kelompok bersenjata di Gaza.
Lihat Juga :