Hamas Senang Trump Cabut Rencana AS Usir Warga Gaza
Kamis, 13 Maret 2025 - 14:34 WIB
Al-Nono mengatakan pertemuan antara para pemimpin Hamas dan negosiator sandera AS, Adam Boehler, juga membahas cara melihat implementasi perjanjian gencatan senjata bertahap antara Hamas dan Israel yang bertujuan mengakhiri perang di Gaza.
Pembahasan langsung antara Boehler dan Hamas melanggar kebijakan Washington yang telah berlaku selama puluhan tahun untuk tidak bernegosiasi dengan kelompok-kelompok yang dicap AS sebagai "organisasi teroris".
Delegasi Hamas juga telah bertemu selama dua hari terakhir dengan para mediator Mesir dan menegaskan kembali kesiapannya merundingkan tahap berikutnya dari gencatan senjata dengan Israel, sementara Israel mengirim negosiator ke Doha pada hari Senin untuk melakukan pembicaraan gencatan senjata.
Tahap pertama perjanjian gencatan senjata Gaza yang berlangsung selama 42 hari berakhir awal bulan ini tanpa persetujuan dari Israel pada tahap-tahap selanjutnya yang dimaksudkan untuk mengamankan akhir yang langgeng dari perangnya di Gaza.
Israel kemudian memberlakukan blokade penuh terhadap Gaza, yang telah memasuki hari ke-12 dan mencakup pencegahan masuknya makanan, bahan bakar, dan obat-obatan ke wilayah tersebut dalam apa yang digambarkan sebagai tindakan hukuman kolektif dan “bantuan kemanusiaan sebagai senjata” Israel untuk menekan Hamas.
Baca juga: Hamas Kecam Israel Gunakan Bantuan sebagai Kartu Pemerasan Politik
Pembahasan langsung antara Boehler dan Hamas melanggar kebijakan Washington yang telah berlaku selama puluhan tahun untuk tidak bernegosiasi dengan kelompok-kelompok yang dicap AS sebagai "organisasi teroris".
Delegasi Hamas juga telah bertemu selama dua hari terakhir dengan para mediator Mesir dan menegaskan kembali kesiapannya merundingkan tahap berikutnya dari gencatan senjata dengan Israel, sementara Israel mengirim negosiator ke Doha pada hari Senin untuk melakukan pembicaraan gencatan senjata.
Tahap pertama perjanjian gencatan senjata Gaza yang berlangsung selama 42 hari berakhir awal bulan ini tanpa persetujuan dari Israel pada tahap-tahap selanjutnya yang dimaksudkan untuk mengamankan akhir yang langgeng dari perangnya di Gaza.
Israel kemudian memberlakukan blokade penuh terhadap Gaza, yang telah memasuki hari ke-12 dan mencakup pencegahan masuknya makanan, bahan bakar, dan obat-obatan ke wilayah tersebut dalam apa yang digambarkan sebagai tindakan hukuman kolektif dan “bantuan kemanusiaan sebagai senjata” Israel untuk menekan Hamas.
Baca juga: Hamas Kecam Israel Gunakan Bantuan sebagai Kartu Pemerasan Politik
(sya)
Lihat Juga :