AS Gelontorkan Rp5.709 Triliun untuk Perang Ukraina, tapi Hasilnya Tak Sesuai Harapan

Rabu, 05 Maret 2025 - 19:22 WIB
"Amerika Serikat telah mengirimkan ratusan miliar dolar untuk mendukung pertahanan Ukraina... Anda ingin mempertahankannya selama lima tahun lagi?" tanyanya kepada hadirin.

Pidato itu disampaikan beberapa hari setelah pemimpin Ukraina Vladimir Zelensky terlibat adu mulut dengan Trump dan Wakil Presiden J.D. Vance di Gedung Putih. Zelensky diminta untuk mempersingkat perjalanannya dan pergi menyusul pertengkaran yang menegangkan Jumat lalu, dengan kesepakatan mineral yang diusulkan antara AS dan Ukraina tidak ditandatangani sebagai akibatnya.

Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa perjanjian, yang dengannya ia berharap untuk mendapatkan kembali uang yang sebelumnya dihabiskan untuk bantuan ke Ukraina, tetap sesuai rencana. Ia mengutip pernyataan yang dikeluarkan sebelumnya oleh Zelensky, di mana ia mengklaim bahwa ia siap untuk menegosiasikan gencatan senjata dan menandatangani kesepakatan mineral. Trump mengatakan ia menghargai perubahan sikap Zelensky.

Perselisihan di Ruang Oval dipicu oleh klaim Zelensky bahwa Rusia tidak dapat dipercaya dan bahwa, sebelum menandatangani gencatan senjata, Ukraina akan membutuhkan jaminan keamanan dari AS. Trump menolak memberikan jaminan khusus kepada Kiev dan mengesampingkan keanggotaan NATO untuk Ukraina.

"Kami telah melakukan diskusi serius dengan Rusia dan telah menerima sinyal kuat bahwa mereka siap untuk perdamaian," tegas Trump.

Rusia bersikeras bahwa Ukraina harus meninggalkan aspirasinya untuk bergabung dengan NATO dan menjadi negara netral. Moskow juga menuntut agar Kiev mencabut klaimnya atas Krimea dan empat wilayah lain yang telah memilih untuk menjadi bagian dari Rusia.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!