Siapa Tucker Carlson? Jurnalis AS yang Sebut Militer Ukraina Jual Senjata Sumbangan AS ke Kartel Meksiko
Selasa, 04 Maret 2025 - 17:01 WIB
Sejak saat itu dirinya mulai sering tampil di layar kaca hingga didapuk jadi co-host dari acara debat CNN, The Spin Room tahun 2000.
Setelah meninggalkan CNN, Carlson bergabung dengan MSNBC dan memandu acara "Tucker" di tahun 2005 hingga 2008. Sayangnya acara ini akhirnya dihentikan karena peringkat yang rendah.
Carlson bergabung dengan Fox News sebagai kontributor dan kemudian menjadi pembawa acara "Tucker Carlson Tonight" mulai tahun 2016.
Acara ini dengan cepat menjadi salah satu program dengan rating tertinggi di jaringan tersebut, di mana Carlson sering membahas pandangan konservatif tentang isu-isu politik dan sosial.
Pada April 2023, Fox News secara tiba-tiba mengakhiri kerjasamanya dengan Carlson. Pada Juni 2023, ia meluncurkan acara baru di platform media sosial Twitter, mempertahankan format yang mirip dengan program sebelumnya di Fox News.
Carlson dikenal karena pandangannya yang kontroversial dan sering mempromosikan teori konspirasi tanpa dasar. Dia juga dituduh mendukung nasionalisme kulit putih dan supremasi kulit putih.
Baca juga: 8 Cara Donald Trump Memaksa Zelensky untuk Mengundurkan Diri
Setelah meninggalkan CNN, Carlson bergabung dengan MSNBC dan memandu acara "Tucker" di tahun 2005 hingga 2008. Sayangnya acara ini akhirnya dihentikan karena peringkat yang rendah.
Carlson bergabung dengan Fox News sebagai kontributor dan kemudian menjadi pembawa acara "Tucker Carlson Tonight" mulai tahun 2016.
Acara ini dengan cepat menjadi salah satu program dengan rating tertinggi di jaringan tersebut, di mana Carlson sering membahas pandangan konservatif tentang isu-isu politik dan sosial.
Pada April 2023, Fox News secara tiba-tiba mengakhiri kerjasamanya dengan Carlson. Pada Juni 2023, ia meluncurkan acara baru di platform media sosial Twitter, mempertahankan format yang mirip dengan program sebelumnya di Fox News.
Carlson dikenal karena pandangannya yang kontroversial dan sering mempromosikan teori konspirasi tanpa dasar. Dia juga dituduh mendukung nasionalisme kulit putih dan supremasi kulit putih.
Baca juga: 8 Cara Donald Trump Memaksa Zelensky untuk Mengundurkan Diri
(sya)
Lihat Juga :